Keluarga adalah satuan terkecil dari masyarakat. Bila sebuah batu bata, disusun dengan banyak batu bata lain dan direkatkan dengan elemen-elemen yang baik kualitasnya maka akan berdiri sebuah bangunan yang megah dan kuat. Apabila bangunan itu diumpamakan sebagai suatu bangsa, maka keluarga adalah batu-batanya, dan elemen-elemen yang merekatkan itu adalah pengelolanya.
Ketahanan suatu negara dipengaruhi oleh dua hal ini. Pertama, keluarga sebagai satuan terkecil dari masyarakat. Bayangkan, bila sebuah bangunan disusun dari batu bata-batu bata yang rapuh, sebaik apapun kualitas elemen perekatnya maka, ia akan tetap ambruk. Demikian pula sebuah negara, apabila keluarga-keluarga di dalamnya bermasalah, broken home, maka ia tak akan jadi bangsa yang kuat. Kedua, pengelola negara itu sendiri, baik lembaga eksekutifnya, legislatifnya maupun yudikatifnya. Dan kita ketahui pula, mereka pun hanya bagian dari sebuah keluarga. Baik buruknya kualitas pengelola, sedikit banyak dipengaruhi oleh ketahanan keluarga tempat dia dilahirkan, dibesarkan, dididik dan ditempa sampai waktu mengubahnya menjadi seorang pengelola negara.
Dari sini, kita bisa melihat adanya suatu peran penting orang tua (ayah dan ibu) dalam menjalankan dan mengoptimalkan fungsi keluarga. Semua ini mutlak perlu dilakukan, agar anak-anak yang lahir mendapatkan hak-haknya dengan baik, memperoleh pendidikan yang baik, sehingga tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang sadar kewajiban dan bertanggung jawab.
Apa fungsi keluarga yang perlu dioptimalkan?
(1) Fungsi Keagamaan.
Sebuah keluarga mestinya menjadi tempat di mana setiap penghuninya bisa beribadah secara benar dan nyaman. Orang tua memberikan pendidikan sesuai yang diajarkan risalah agama. Atau mengundang ulama/ahli agama untuk menambah pengetahuan agama bagi semua anggota keluarga.
Firman Allah dalam QS At Tahrim ayat:6 -" Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."
Kesholehan seorang muslim tidak hanya bersifat pribadi. Dengan makna bahwa ia menjadi baik tidak hanya untuk dirinya sendiri dan kepentingan keluarganya saja tapi kesholehannya juga harus ditunjukkan dalam bentuk kesholehan sosial. Hal ini karena dalam Islam ada dua hubungan yang harus dijalani dan berjalan seimbang. Yaitu hubungan vertikal kepada Allah SWT yang disebut dengan “hablum minallah”, dan hubungan horizontal kepada sesama manusia dan alam sekitarnya yang disebut dengan “hablum minannas”.
(2) Fungsi Sosial Budaya
Sebuah keluarga mestinya menjadi tempat yang mengajarkan nilai-nilai sosial dan budaya. Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan, dan masing-masing daerah tempat tinggal kita memiliki adat dan budaya. Namun, tidak kemudian kita harus mengikuti adat dan budaya yang masuk ke ranah kita begitu saja. Namun harus memilih dan memilahnya agar tak menyelisihi syari'at agama.
Kehidupan masyarakat kita, baik dalam skala kecil maupun besar menghadapi begitu banyak persoalan yang menuntut pemecahan dan jalan keluar. Karena itu peran sosial keluarga di tengah masyarakat sangat diperlukan, sehingga keberadaannya dan kemanfaatannya bisa dirasakan oleh masyarakat banyak. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang paling besar kemanfaatannya bagi umat manusia.
Firman Allah dalam QS An Nisa ayat 36 - "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri."
(3) Fungsi Cinta Kasih
Sebuah keluarga mestinya menjadi tempat yang dapat menumbuhkan cinta dan kasih sayang pada setiap penghuninya, walau tak semua keluarga dibangun atas dasar cinta. Rumah, hendaknya menjadi surga dunia bagi setiap penghuninya, yang menjadikan mereka merasa nyaman dan ingin selalu pulang. Yang menjadikan mereka leluasa untuk saling curhat, berbagi dan saling menguatkan. Yang menjadikan semua masalah lebih cepat diketahui dan lebih cepat diselesaikan.
Firman Allah dalam QS Ar Ruum ayat 21 - "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir."
Kecenderungan dan ketentraman ini, tak hanya tumbuh pada diri suami dan istri saja, namun juga pada diri anak-anak mereka dan setiap anggota keluarga.
(4) Fungsi Melindungi
Sebuah keluarga hendaknya saling memenuhi hak dan kewajiban setiap penghuninya. Orang tua wajib memenuhi hak-hak anak (hak untuk mendapatkan pendidikan, hak untuk mendapatkan kasih sayang, hak untuk menyatakan pendapat, hak untuk mendapatkan perlindungan, hak untuk dihargai, dll). Orang tua pun punya hak untuk didengar dan dipatuhi. Istri mendapatkan perlindungan dan nafkah dari suami, namun ia juga wajib menjaga kehormatan dan harta suaminya.
Firman Allah dalam QS An Nisa ayat 9"- Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar."
Firman Allah dalam QS An Nisa ayat:34 - "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)."
(5) Fungsi Reproduksi
Sebuah keluarga adalah sebuah tempat yang dihalalkan oleh agama untuk pemenuhan kebutuhan seksual. Di mana salah satu tujuan berkeluarga itu adalah untuk memperbanyak keturunan. Namun demikian, sebuah keluarga mestinya juga memberikan pengetahuan yang benar tentang fungsi seksual sesuai ajaran agama dan kesehatan. Semua ini diperlukan untuk melindungi anak-anak yang dilahirkan agar tak jatuh dalam pemahaman konsep seksual yang salah. Tidak melakukan kegiatan seksual yang menyimpang dan agar kesehatan alat reproduksinya terjaga dan terpelihara baik. Lebih-lebih pada anak perempuan, padanya nanti tertanggung tugas untuk melahirkan generasi. Dewasa ini lebih dari 45% perempuan Indonesia berresiko terkena kanker serviks, dan itu setara dengan 52 juta jiwa. Celakanya, penyakit kanker serviks merupakan penyebab kematian no 1 bagi perempuan yang seringkali terlambat penanganannya. Karena baru disadari keberadaannya pada stadium II, III atau bahkan lebih parah lagi. Dari data 2009, didapatkan angka 3-4 kematian perempuan karena kanker serviks setiap jamnya. Di samping itu, angka kematian remaja putri karena aborsi (akibat pergaulan bebas) juga terus meningkat tajam.
Anak laki-laki pun perlu mendapatkan pengetahuan reproduksi/ fungsi seksual secara benar, tentunya semua itu harus diberikan sesuai usia dan perkembangan jiwanya. Hal ini perlu, agar mereka dapat tumbuh menjadi laki-laki dewasa yang sehat, jasmani dan rohaninya, sehingga kelak mampu mengemban tanggungjawab besar yang nantinya diestafetkan ke pundaknya.
Karenanya, terapkan ajaran syariat yang benar, in syaa Allah itu akan menjaga mereka dari perbuatan terlarang sampai pada waktunya mereka harus menunaikan kewajiban menikah dan melahirkan generasi penerus.
Allah berfirman, " Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." (QS An Nuur ayat 30-31)
(6) Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
Sebuah keluarga mestinya menjadi tempat yang mengajarkan kepada anak-anak, bagaimana cara bersosialisasi/bermasyarakat yang baik, yang sesuai ajaran agama. Bagaimana cara kita menghormati orang lain yang berbeda agama dan berbeda keyakinan. Bagaimana cara kita menunjukkan kepedulian dengan hal-hal yang terjadi di masyarakat. Sebuah keluarga juga seharusnya menjadi tempat berbagi pengetahuan. Orang tua memilihkan sekolah yang baik untuk anak-anaknya. Menyediakan buku-buku pengetahuan yang diperlukan, baik yang berkaitan dengan pengetahuan agama maupun yang memuat pengetahuan ilmu terapan seperti ilmu hitung, ilmu alam, ilmu sejarah dan masih banyak lagi. Dan ada kalanya memanggil guru/pendidik ke rumah untuk mengajarkan suatu pengetahuan yang diperlukan anak, atau kemudian orang tua ikut belajar bersama.
Dalam hal ini, diutamakan untuk mendahulukan pendidikan agama sebelum memberikan pengetahuan tentang ilmu-ilmu dunia agar mereka terbiasa dengan akhlaqul karimah dalam memanfaatkan ilmu yang telah mereka pelajari. Ini adalah warisan terbaik yang dapat dirasakan di dunia maupun di akhirat.
(7) Fungsi ekonomi
Manusia tidak bisa lepas dari kebutuhan ekonomi, untuk pemenuhan kebutuhannya kepada pangan, sandang, papan dan kebutuhan terhadap sarana-sarana lainnya. Oleh karena itu, ayah berkewajiban mencari nafkah yang halal untuk memenuhinya. Ibu bertugas mengelola keuangan rumah tangga, namun bisa ikut berpartisipasi dalam mencarinya (nafkah) dengan tidak mengabaikan tugasnya dalam rumah tangga dan sebagai sekolah pertama bagi anak-anaknya. Anak-anak diajarkan kejujuran, bersedekah dan membelanjakan sesuai kebutuhan. Semua ini diperlukan agar mereka nanti mendewasa dengan nilai-nilai kejujuran, amanah, tidak korupsi dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain dan negara.
(8) Fungsi Pembinaan Lingkungan.
Sebuah keluarga mestinya menjadi tempat untuk melakukan pembinaan lingkungan. Membiasakan anak-anak untuk peduli dan melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Juga memberi contoh dalam pemeliharaan kebersihan lingkungan dan fasilitas-fasilitas umum di sekitarnya.
Manusia adalah khalifah fiil ardh, dengan demikian ia juga wajib menjaga kelestarian bumi sebagai tempat tinggalnya. Bukan hanya untuk dirinya sendiri dan keluarganya, namun juga untuk diwariskan kepada generasi yang akan menjadi penghuni bumi selanjutnya. Karena hidup ini hanya pinjaman dan kelak akan diminta pertanggungjawabannya.
Ketahanan keluarga hanya dapat tercipta apabila keluarga yang bersangkutan dapat melaksanakan 8 fungsi keluarga secara serasi, selaras dan seimbang. Sebuah keluarga tidak akan pernah mencapai tahapan sejahtera apabila fungsi-fungsi keluarga tersebut berjalan secara timpang atau beberapa fungsi tidak dapat dilaksanakan meskipun fungsi lainnya mampu berjalan secara mantap.
Di tengah pola kehidupan masyarakat yang cenderung hedonis dan permisif ini, menjadi suatu kewajiban bagi keluarga muslim untuk membangun ketahanan dalam keluarganya. Kehidupan masyarakat sekarang dengan tantangan yang sedemikian berat menuntut kehadiran keluarga yang memiliki ketahanan yang kokoh sehingga diharapkan akan lahir masyarakat dengan ketahanan pribadi yang baik.
Dengan melaksanakan hal tersebut, berarti keluarga telah memberikan kontribusi besar terhadap masyarakat dan bangsa, karena keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat dan bangsa itu sendiri.
Anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga yang kokoh (ketahanan keluarganya kuat) akan tumbuh mendewasa menjadi pribadi-pribadi yang beriman, bertaqwa, jujur, peduli, mandiri dan bertanggung jawab. Sehingga, kelak mereka bisa memimpin negeri ini dengan amanah, penuh pertimbangan dalam mengambil kebijakan, tidak mementingkan kepentingan pribadi dan golongan tertentu, berusaha adil dan mendahulukan kemaslahatan umat, bangsa dan negara. Di tangan orang-orang yang demikianlah, pemerintahan dapat sampai pada ketahanan nasional yang kokoh dan berdaulat, mandiri secara ekonomi dan tidak bergantung pada bangsa lain. Juga berbudaya dan mengukir sejarah yang harum dan mulia.
Oleh karena itu, program penguatan ketahanan keluarga merupakan agenda penting yang harus dilakukan di seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya untuk masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah, tetapi juga untuk kaum elitnya ( golongan ekonomi kelas atas). Begitupun, program ketahanan keluarga ini perlu dimasukkan dalam setiap elemen masyarakat, di instansi-instansi, departemen, bahkan dalam PKK desa, rw dan rt.
#Demak, 08032016