Sahabat keluarga Indonesia Berbekal ilmu, iman dan amal shalih membangun peradaban mulia
Pengikut
Cari Blog Ini
Pengikut
Selasa, 29 September 2020
Senin, 28 September 2020
Ketika Kau dan Aku Menjadi Kita (1)
Dua puluh tujuh tahun yang lalu, kau dan aku sepakat melebur menjadi kita. Ikrar yang terucap dari lisanmu disaksikan Sang Maha Cinta, pemilik semesta beserta segenap isinya. Menjadi mitsaqon gholidzon sepanjang sisa usia.
Ketika kau dan aku melebur menjadi kita, hakikatnya kita menyatu dalam satu tubuh, saling seiring, selaras, seia sekata dalam banyak hal.
Ibarat sepasang mata, kau sebelah kanan dan aku sebelah kiri. Bila kau terbuka, akupun terbuka. Apa yang ada padaku tak luput dari penglihatanmu, begitupun sebaliknya. Baik burukku, puji celaku tiada yang luput dari netramu, begitupun sebaliknya.
Engkau adalah pakaianku dan aku adalah pakaianmu. Maka kita saling menampakkan apa yang biasa terlihat dan menyembunyikan apa yang tidak seharusnya terlihat. Keburukanmu aman dan mengendap bersamaku, aibku pun aman dan terlindung bersamamu.
Bila kau mengerjap, akupun mengerjap, bila kau terpejam, akupun terpejam. Apa yang membuatmu berbinar pasti membuatku berbinar bahagia. Apa yang membuatmu menangis, sudah pasti juga membuatku menangis.
Ketika kau dan aku menjadi kita, ibarat dua telinga, kita saling mendengarkan meski terkadang jarak memisahkan. Kalam Illahi menjadi panduan hingga desau bising suara-suara yang mengganggu kan terabaikan. Dia menjanjikan adanya sakinah mawaddah warrohmah ketika kita selalu menapaki jalan sesuai petunjuk-Nya.
Maka jadilah pelita kami, ya Robbana. Ihdinash shirotol mustaqim, shirotolladziina 'an amta 'alaihim, wala addhooliin. Robbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota 'ayuni waj'alna lil muttaqiina immaman, aamiin.
#anniversary
#mitsaqongholidzon
#29sept2020
Langganan:
Postingan (Atom)
