Pengikut

Cari Blog Ini

Pengikut

Minggu, 06 Desember 2020

Dongeng Untuk Calon Pemimpin Bunda



 Malam itu, hujan mengguyur ibukota. Suara petir bersahutan dengan titik hujan yang jatuh di atas atap baja. Sesekali kilat menyambar-nyambar membuat suasana malam terasa mencekam. Bagus, Gagah dan Ilmi serempak menghampiri Bunda yang sedang asyik di depan laptop kerjanya. 

"Eh, kenapa kalian belum tidur? Enggak usah nunggu Ayah, Ayah masih di luar kota, lusa baru kembali," tegur Bunda.

"Bunda, temani...,kami takut...," rengek mereka   serempak.

Bunda bergegas menyimpan kertas kerjanya dan mematikan laptop. Dipandangnya si kembar tiga yang sekarang duduk di kelas dua Sekolah Dasar itu. Mereka adalah aset masa depan, pikirnya. Calon pemimpin nih, jadi harus disiapkan sedini mungkin dengan baik.

"Oke, cuacanya memang sedang tidak ramah. Gimana kalau Bunda mendongeng untuk kalian?"

"Mau... mau... mau...!"

"Bunda akan cerita tentang Kerajaan Pelangi. Kalian tahu pelangi kan?'

"Yang warna-warni indah di langit itu kan, Bun?" sela Bagus dengan gembira.

"Iya, yang itu, mjikuhibiniu...!" seru Gagah tak mau kalah.

"Aku juga suka pelangi, merah. jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu, indah sekali," imbuh Ilmi sambil mengerjap,"tapi sekarang hujan, gelap lagi. Jadi enggak bisa melihat pelangi," keluhnya sedih.

Bunda membimbing anak-anak untuk masuk ke kamar.  Karena Ayah masih di luar kota, anak-anak boleh tidur di kamar Bunda malam ini. Bunda mengambil tempat di atas kasur dan duduk bersandar. Di sebelah kanannya ada Bagus dan Gagah dan di sebelah kirinya ada Ilmi. Mereka menarik-narik tangan Bunda, tak sabar ingin mendengar Bunda bercerita.

"Siap dengerin Bunda, ya. Begini ceritanya, 

Kerajaan Pelangi dirundung duka. Raja Awan sudah semakin tua dan sering sakit-sakitan, sementara itu permaisuri juga sudah mangkat tanpa meninggalkan seorang putra. Hanya ada Pangeran Angin, Pangeran Petir dan Putri Hujan, keponakan-keponakan baginda yang masih sangat belia. Mereka bertiga adalah putra-putri dari Pangeran Kilat dan Putri Mega. Pangeran Kilat adalah adik kandung Raja Awan yang gugur pada perang bintang membela Kerajaan Pelangi, sehingga Putri Mega beserta putra-putrinya kemudian menjadi tanggungan Raja Awan. Baginda sungguh bingung, harus mewariskan tahta kepada siapa. Maka dipanggillah penasehatnya yang bijaksana bernama Resi Semesta ke kamarnya.

"Ada titah apakah sehingga Paduka memanggil hamba?" tanya Resi Semesta penuh hormat.

"Aku bingung, Resi. Usiaku sudah tua, Putri Mega juga demikian. Kepada siapa tahta ini harus kuwariskan? Siapa yang lebih pantas m??enurutmu? Pangeran Angin, Pangeran Petir atau Putri Hujan?" tanya sang Raja.

"Bagaimana bila kita adakan ujian untuk mereka bertiga, Paduka?" usul Resi Semesta.

"Ujian ? Ujian yang bagaimana menurutmu?"

"Bukankah tongkat pusaka kerajaan berada dalam menara Langit? Bukankah tongkat tersebut hanya bisa diambil setelah melewati tiga pintu? Pintu merah, pintu kuning dan pintu biru? Bukankah pintu-pintu itu hanya bisa dibuka dengan kunci keberanian, kejujuran dan kesetiakawanan?" tanya sang Resi lagi.

"Kau benar. Jadi, mereka harus mencari kunci-kunci itu dan memasangkannya di setiap pintu lalu membawakan tongkat pusaka itu kepadaku?"

"Benar sekali, Baginda. Hanya yang bisa membawakan tongkat pusaka untuk Bagindalah, yang layak mewarisi kerajaan Baginda. Adil, bukan?"

"Ya, cukup adil kurasa. Usia mereka kurasa juga sudah cukup dewasa untuk berusaha mendapatkannya. Sekarang, tolong panggil mereka kemari."

Tak lama kemudian, mereka bertiga pun dihadirkan di hadapan Raja Awan.

"Keponakan-keponakanku sayang, usiaku mungkin tak lama lagi. Aku tak memiliki pengganti selain kalian. Tapi, hanya satu yang berhak menjadi raja, karenanya ada ujian yang harus kalian jalani. Hanya dia yang dapat membuka pintu-pintu masuk ruang pusaka. Dan hanya dia yang berhasil mengangkat tongkat pusaka Kerajaan Pelangi dan membawakannya kepadaku yang layak menjadi Raja," titah sang Raja.

"Bagaimana cara kami masuk ke sana, Paduka?" tanya Pangeran Petir penasaran.

"Kalian hanya perlu meletakkan tangan kalian di atas tempat khusus di setiap pintu. Hanya pemilik kunci-kunci itu yang bisa membukanya. Hanya yang terpilih yang dapat membukanya dengan tangannya sendiri," jelas sang Resi.

"Baiklah, kami akan segera mengambilnya," kata Pangeran Petir lagi.

"Tunggu dulu, Pangeran. Ruang pusaka itu ada dalam menara Langit yang terletak agak jauh di luar istana. Akan ada tiga pintu yang harus kalian lewati untuk masuk ke ruangan pusaka. Warnanya merah, kuning dan biru. Masing-masing pintu itu harus kalian buka. Berhati-hatilah, sesuatu yang tak terduga bisa terjadi. ," kata Resi Semesta memperingatkan.

Pangeran Angin, Pangeran Petir dan Putri Hujan segera memacu kudanya untuk melaksanakan titah baginda. Pangeran Angin dan Pangeran Petir lebih dulu sampai di depan menara. Ternyata, menara itu dikelilingi danau buatan yang penuh dengan buaya. Serentak, mereka melemparkan tali-tali dengan pengait di ujungnya ke arah dinding menara. Dengan tali itu mereka berayun melewati danau.

Pangeran Petir lebih dulu sampai di pintu merah. Diletakkannya tangannya di atas relief tangan di samping pintu lalu pintu pun terbuka. Dia pun sampai pada kebun strawberi yang indah. Buah-buah strawberi itu terlihat sangat ranum dan menggoda. Pangeran Petir pun tak tahan untuk tidak memetik dan mencicipinya.

Sementara itu, Pangeran Angin terus memasuki pintu yang sudah terbuka. Tak dihiraukannya Pangeran Petir yang masih asyik memetik buah strawberi dan segera mencari pintu kedua yang berwarna kuning. Setelah didapatkannya, diletakkannya tangannya di atas relief tangan di samping pintu. Tak lama kemudian, pintu pun terbuka.

Putri Hujan baru saja sampai di depan danau penuh buaya, dia pun segera memainkan serulingnya yang selalu dibawanya. Ajaib, buaya-buaya itu segera berbaris rapi seperti dikomando. Sang Putri pun dengan sigap meloncat di atas kepala buaya-buaya itu menyeberangi danau. Dia pun bebas melenggang melewati pintu merah.  Dilihatnya Pangeran Petir asyik memetik buah stawberi dan memakannya.

"Apa yang kaulakukan, Pangeran? Buah-buahan itu bukan milikmu, kau tak boleh mengambil tanpa seijin pemiliknya. Bukankah Paduka memerintahkan kita mengambil tongkat pusaka?" tegurnya halus, tak urung mengagetkan sang Pangeran.

Pangeran Petir seperti baru terbangun dari  tidurnya. Mereka pun bergegas melewati pintu kedua yang sudah terbuka.

Sementara itu, Pangeran Angin sudah sampai di depan pintu biru. Berulang kali diletakkannya tangannya di atas relief namun pintu tetap tidak mau terbuka.

"Biar kucoba, Pangeran," kata Pangeran Petir yang sudah berada di belakangnya. Pangeran Angin pun membiarkan adiknya mencoba. Seperti kakaknya, Pangeran Petir meletakkan tangannya di atas relief, pintu tak juga terbuka. Berulang kali dia mencoba, hasilnya pun tetap sama.

Sekarang giliran Putri Hujan, dia pun meletakkan tangannya di atas relief dan pintu pun segera terbuka. Mereka kini berada tepat di depan tongkat pusaka yang menancap kuat di lantai ruang pusaka.

Putri Hujan mempersilahkan kedua kakaknya untuk mengambilnya. Namun, walau seluruh tenaga mereka kerahkan, tongkat tersebut tetap tak mau tercabut dari tempatnya.

Ajaib, ketika tangan sang Putri menyentuh tongkat pusaka tersebut, keluarlah cahaya warna-warni dari tangannya melingkupi tongkat tersebut. Tongkat pusaka itu pun dengan mudah terangkat oleh Putri Hujan.

"Paduka telah berhasil, Tuan Putri. Paduka telah mewarisi sifat-sifat keberanian, kejujuran dan kesetiakawanan. Sifat-sifat itu memang harus dimiliki oleh seorang raja, agar dia bisa bertindak adil dan bijaksana," kata sang Resi diikuti para punggawa istana. Ternyata diam-diam mereka mengikuti dan mengawasinya.

Putri Hujan pun segera dilantik menjadi Ratu, kedua kakaknya ikut membantunya menjalankan roda pemerintahan. Kerajaan Pelangi pun aman sejahtera."

"Alhamdulillah, terima kasih, Bunda" sahut Ilmi sambil menguap. Menguap itu menular rupanya. Diliriknya  kedua saudaranya yang juga sama-sama menguap.   Suara hujan sudah mulai lirih. 

"Baiklah, menurut kalian, apa isi cerita Bunda tadi?"

"Untuk berhasil harus punya sifat keberanian, kejujuran dan kesetiakawanan, Bunda," jawab mereka serempak dengan mata terpejam. 

"Oke, seratus buat kalian. Sifat-sifat itu juga harus kalian pegang ya. Oke, sekarang kalian tidurlah. Ayo baca doa tidur dulu."

"Bismika allahumma ahya wa amut."

Bunda  pun menyelimuti dan mencium kening mereka satu per satu. Semoga kelak kalian menjadi pemimpin-pemimpin yang salih dan adil bijaksana.Aamiin.


#Demak,30112020

Burung Pipit Dan Boneka Sawah


 

Adik-adik manis, kali ini Bunda akan bercerita tentang 'Burung pipit dan boneka sawah.'  

Kisah ini menceritakan tentang sekelompok burung pipit yang kelaparan dan menemukan areal persawahan yang dipenuhi dengan bulir padi yang mulai menguning. Awalnya, mereka merasa sawah itu tak berpenghuni sehingga langsung makan saja. Tetapi pemimpin kelompok pipit itu kemudia menyadari bahwa sawah itu ada penjaganya, maka dia pun meminta ijin untuk makan beberapa bulir padi bersama kelompoknya. Seperti apa kelanjutannya? Begini ceritanya... baca sampai habis ya.


Upit adalah seekor burung pipit yang ramah dan suka menolong. Dia hidup berkelompok dengan sekawanan pipit lainnya. Mereka suka mencari makan bersama-sama dan saling membantu.

Musim kemarau belum lagi usai, tak banyak pepohonan yang berbuah. Upit dan kawanannya pun terbang mencari daerah sekitar pegunungan. Di sana masih banyak pepohonan, juga dekat dengan persawahan.

Siang itu, Upit dan kawanannya pun sampai di sebuah areal persawahan. Sepanjang lahan terlihat barisan batang padi yang menghijau, bertabur bulir-bulir padi yang mulai menguning keemasan.

"Alhamdulillah, akhirnya kita temukan juga," gumam Upit perlahan.

"Iya, alhamdulillah, perut kami sudah lapar sejak tadi. Makan yuk!" teriak pipit-pipit lainnya.

"Makan secukupnya saja, jangan berlebihan dan jangan merusak!" seru Upit mengingatkan teman-temannya. Mereka pun bergegas terbang ke arah batang-batang padi.

Klontang klontang klontang. Terdengar suara memekakkan riuh rendah menghalau mereka.. Serentak mereka terbang menjauh kembali dan hinggap di atas pohon yang tumbuh di tepian sawah.

Upit dan teman-temannya mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata bunyi-bunyian memekakkan itu berasal dari kaleng-kaleng kecil yang bergelantung di beberapa utas tali yang diikatkan pada boneka sawah.

Upit terbang mendekati boneka sawah, sementara itu teman-temannya tetap diam menunggu. Tak lama kemudian, dia hinggap di bahu boneka sawah.

"Boneka sawah yang baik, bolehkah kami minta beberapa butir bulir padi untuk mengisi perut kami?" tanyanya sopan.

"Tidak boleh, padi-padi itu bukan milikku," jawab boneka sawah ketus. Boneka itu terlihat kusam, pakaiannya pun terlihat basah oleh keringat.

"Engkau terlihat sangat kelelahan, apa yang bisa kulakukan untukmu?" tanya Upit tetap ramah.

Boneka sawah itu melihat Upit penuh selidik, "aku lelah, sepanjang hari harus berdiri di sini. Apalagi kalau siang begini, panas sekali. Badanku jadi berkeringat dan gatal-gatal, "keluhnya.

"Di mana bagian yang gatal? Aku bisa menghilangkan gatalnya," tanya Upit lagi.

"Itu, kepalaku gatal," jawab boneka sawah. Bagaimana caramu melakukannya? pikirnya.

Upit pun hinggap di atas kepala boneka sawah. Dipatuknya bagian itu dengan patukan-patukan kecil.

"Hei, rasanya seperti digaruk, gatal di kepalaku hilang!" teriak boneka sawah girang, "tapi sekujur badanku juga gatal-gatal. Gimana? Kau bisa membantuku menggaruknya juga?"

"Kalau begitu, aku akan memanggil teman-temanku untuk membantumu. Tapi, biarkan kami mengambill bulir padi barang beberapa butir. Kami baru saja melakukan perjalanan jauh karena di desa kami sudah tak ada makanan lagi untuk dimakan. Kasihanilah kami," pinta Upit memelas.

"Oh, kasihan sekali. Kalau cuma beberapa butir, silahkan saja. Tapi jangan merusak batang padi ya," jawabnya.

"Ya, kami janji, "seru Upit girang. Dengan satu suitan, dipanggilnya seluruh teman-temannya. Mereka pun mematuk-matuk badan boneka sawah dengan hati-hati.

"Alhamdulillah. Kalian semua baik sekali. Gatal-gatalku sudah hilang. Sekarang kalian boleh makan beberapa bulir padi. Ingat ya, secukupnya saja dan jangan merusak," kata boneka sawah sambil tersenyum.

Upit dan kawanannya terbang merendah dan hinggap di atas tali, membuat kaleng-kaleng yang ada di sana bergoyang-goyang dan berbunyi nyaring mengagetkan mereka. Klontang klontang klontang.

"Jangan berisik, pipit cantik. Jangan hinggap di atas tali. Hati-hati," kata boneka sawah mengingatkan.

Tak berapa lama kemudian, bulir-bulir padi sudah memenuhi perut kecil mereka. Upit dan kawanannya pun bergegas pergi.

"Terima kasih, boneka sawah, "kata Upit sebelum pergi.

"Terima kasih kembali, pipit cantik. Semoga harimu menyenangkan!" jawab boneka sawah riang.


Nah, begitu ceritanya, adik-adik manis. Ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil  dari cerita ini.

Pertama, membiasakan diri minta ijin ketika memasuki rumah orang lain. Juga ketika kita menemukan sesuatu, harus dicari dulu pemiliknya, baru boleh mempergunakannya setelah meminta ijin pada pemilikn y Pelajaran lainnya

Kedua, bila memang terpaksa harus meminta, maka mintalah secukupnya saja, jangan meminta lebih dari apa yang kita butuhkan.

Ketiga, dalam melakukan segala sesuatu, hindari membuat kerusakan yang mungkin akan timbul sebagai akibat perbuatan kita.

Keempat, hendaklah senantiasa tolong menolong karena kita tidak dapat hidup sendirian di dunia. Setiap makhluk memerlukan pertolongan dalam kehidupannya. Dan setiap makhluk juga dikaruniai kemampuan untuk menolong makhluk yang lainnya.Dengan adanya sikap tolong menolong maka kerusakan dan permusuhan dapat dicegah, dunia menjadi damai.

#Demak,04122020

Rabu, 04 November 2020

"Batik dan Kehidupan" (1)


Batik  berasal dari bahasa jawa yaitu 'amba' (lebar, meleber) dan 'titik'. Batik,  amba dan titik  lalu disatukan menjadi 'ambatik' atau lebih dikenal sebagai 'mbatik'. 

Mbatik diterjemahkan sebagai melukis titik-titik (menghubungkan titik-titik) di atas kain yang kemudian menghasilkan suatu bentuk baru yang lebih besar dari sebuah titik. Maka hasil yang kemudian kita lihat adalah terbentuknya ukiran/lukisan dengan bentuk yang beragam corak dan bervariasi. Dalam satu kain,  selalu terdapat corak dan variasi yang berulang. 

Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik serupa ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan diketemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola. 

Di Asia, teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkok semasa Dinasti T'ang (618-907) serta di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794). 

Di Afrika, teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba di Nigeria, serta Suku Soninke dan Wolof di Senegal.

Pada umumnya mereka memakai media kain linen yang dilapisi lilin atau bubur kanji kemudian menorehkan jarum atau pisau atau benda runcing lainnya di atasnya untuk membuat suatu ukiran atau gambar tertentu. Kemudian mencelupnya untuk mewarnai bagian yang sudah diukir atau dibersihkan dari lilin. 

Seni batik sendiri masuk ke Indonesia pada abad ke6 dari India pada jaman Raja Jayanegara yang menikahkan putrinya dengan putri India. Meski demikian, tehnik "nyanting" sendiri baru ditemukan di Jawa pada abad ke12 kemudian. 

Seni batik Indonesia menjadi populer mulai akhir abad 19 dan dijadikan kain persembahan untuk para raja.  Seni ketrampilan ini dipelajari  dan dipergunakan perempuan-perempuan Jawa untuk menambah penghasilan. Sementara pada daerah pesisir,  ketrampilan ini justru digeluti oleh kaum laki-laki.  Setiap daerah mempunyai ragam corak dan variasi yang berbeda dan memiliki kekhasan dalam warna. 

Dewasa ini kegiatan membatik (seni batik) bisa dikerjakan dengan beberapa cara, di antaranya:

* batik tulis, dikerjakan dengan canting, biasanya memakai cairan malam atau lilin dan membutuhkan proses yang panjang hingga menghasilkan selembar kain batik. 

* batik cap, dikerjakan dengan cetakan (ada banyak motif yang ada) yang dicelupkan ke dalam cairan lilin panas dan dicetakkan di atas kain. Walau proses pengerjaannya hampir sama dengan batik tulis namun penyelesaiannya bisa bisa lebih cepat dari batik tulis.

* batik lukis/batik colet,  dikerjakan dengan menggunakan kuas seperti umumnya melukis. Biasanya menggunakan cat khusus untuk kain sehingga bisa dicuci dan tidak merusak kain.

 * batik celup ikat,  kain digulung,  dilipat dan diikat dengan teknik tertentu, kemudian dicelupkan ke dalam cairan warna yang diinginkan. 

* batik sablon, dikerjakan dengan cara sablon dan memakai cat khusus, pengerjaannya bisa lebih cepat.

* batik printing, dikerjakan dengan mesin cetak dengan pola-pola atau motif yang sudah ada di komputer. Berbeda dengan batik-batik yang lain, yang pengerjaannya dibatasi, per motif antara 2 sampai 4 meter, untuk batik printing, karena memakai mesin, sekali pengerjaan bisa berpuluh-puluh meter kain sekaligus.  

Dahulu,  seni batik hanya dipakai di atas kain mori berwarna putih.  Namun dewasa ini, juga dikerjakan di atas rayon,  poliester,  kain sintetis lainnya atau bahkan sutra.

Meskipun seni batik bisa dikerjakan dengan berbagai cara, masyarakat kita lebih akrab dan menganggap bahwa kegiatan membatik itu ya nyanting. 

Karena waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan selembar kain batik itu  relatif lama, maka dijadikan pameo (ungkapan). Pada orang yang tidak bersegera dalam menyelesaikan pekerjaannya dikatakan 'kayak lagi mbatik.'
Padahal batik itu sendiri ada filosofinya loh.... 

Bersambung... 

#Demak,05112020

Senin, 26 Oktober 2020

miftahul Jannah


Miftahul jannah laa ilaaha illallah. laa ilaha illallah, muhammadurrasulullah.

Kalimat itu acapkali kita dengar,  dilagukan dengan merdu sebagai pengingat. Kunci surga (adalah) tiada tuhan selain Allah. (Meyakini)  tiada Tuhan selain Allah swt,  Muhammad saw utusan Allah swt. Demikianlah artinya. 

Surga,  rasanya tak ada seorang pun  yang tak ingin memasukinya.  Surga, dengan segala kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga dan terlintas dalam hati manusia, juga memiliki pintu-pintu untuk memasukinya. Pintu-pintu surga itu memerlukan kunci untuk membukanya. Apakah gerangan kunci surga itu?

Kunci surga sesungguhnya telah dijelaskan secara gamblang oleh Baginda Rosulullah SAW dalam sabdanya 

مَنْ كاَنَ أَخِر كَلامِهِ لاإِلَهَ إلاَّ اللهُ دَخَلَ الْجَنّةَ

“Barangsiapa yang akhir ucapannya adalah laa ilaaha illallaah ( tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah),  maka ia akan masuk surga.” (HR Abu Dawud)

Ternyata, kunci surga adalah dua kalimat syahadat (syahadatain). Dua kalimat yang tak asing bagi umat Islam bahkan begitu sering didengar dan diucapkan. Namun, apakah semudah itu surga dapat dibuka dan dimasuki hanya dengan dua buah kalimat? Jika demikian tentu semua orang sangat mungkin bisa mengucapkannya meski harus dibimbing terlebih dahulu dan akhirnya berhak masuk surga.

Imam Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya bahwa seseorang pernah bertanya kepada Imam Wahhab bin Munabbih, seorang tabi’in terpercaya dari Shan’a, “ Bukankah Laa ilaaha illallah itu kunci surga?” Wahhab menjawab, “Benar, akan tetapi setiap kunci pasti bergerigi. Jika engkau membawa kunci yang bergerigi, maka pintu surga itu akan dibukakan untukmu.”

Gerigi-gerigi kunci itulah yang kemudian menjadi syarat diterimanya dua kalimat syahadat. Asy-Syaikh Muhammad Said Al Qohthoni menjelaskan tujuh syarat diterimanya syahadat.
 
Pertama, Al ‘Ilmu (mengetahui). Setiap orang yang bersyahadat harus mengetahui dengan benar apa makna dan maksud yang terkandung dalam dua kalimat tersebut.   

 Allah swt berfirman, 

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا

“ Dan janganlah engkau mengikuti apa-apa yang engkau tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semua akan dimintai pertanggungjawaban.”(QS. Al Isro’: 36). 

Syarat kedua, Al Yaqin (meyakini). Setiap orang yang mengikrarkan dua kalimat syahadat ini harus meyakini sepenuh hati tanpa ada keraguan di dalamnya. 

Allah swt berfirman, 

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا۟ وَجَٰهَدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلصَّٰدِقُونَ

“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNYA kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS. Al Hujurat: 15). 

Syarat ketiga, Al Qobul (menerima). Syahadat baru diterima di sisi Allah SWT jika menerimanya dengan total atas konsekuensi yang menyertainya dengan hati dan lisannya. Jika seseorang mengucapkan syahadat hanya di lisannya tanpa mengakui kebenaran di hatinya maka syahadatnya ditolak. Ia adalah seorang munafiq I’tiqodiy.

 Allah swt mengecam kaum musyrik lagi munafiq yang menolak kalimat syahadat ini dalam firman-Nya, 

إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ . وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُو آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍ 
 
“ Orang-orang musyrik itu apabila dikatakan kepada mereka : (ucapkanlah) Laa ilaaha illallah, mereka menyombongkan diri seraya berkata : apakah kami harus meninggalkan sesembahan-sesembahan kami hanya karena ucapan penyair yang gila ini.”(QS. Ash Shoffat : 35-36).

Syarat keempat, Al Inqiyad (tunduk patuh). Ikrar syahadat harus diikuti dengan sikap tunduk patuh terhadap kandungan maknanya. 

Allah SWT berfirman, 

وَأَنِيبُوٓا۟ إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا۟ لَهُ

“ Kembalilah ke jalan Tuhanmu, dan tunduklah kepadaNYA.” (QS. Az Zumar : 54). 

Firman Allah dalam Quran surah Luqman ayat 22 menjelaskan hal ini. 

وَمَن  يُسْلِمْ  وَجْهَهُۥٓ  إِلَى  اللَّهِ  وَهُوَ  مُحْسِنٌ  فَقَدِ  اسْتَمْسَكَ  بِالْعُرْوَةِ  الْوُثْقَىٰ  ۗ  وَإِلَى  اللَّهِ  عٰقِبَةُ  ﴾ الْأُمُورِ 

“ Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang pada ikatan tali yang amat kokoh (kalimat Laa ilaaha illallah).” 

Syarat kelima, Ash Shidq (jujur atau benar). Syahadat harus diucapkan dengan sungguh-sungguh tanpa kepalsuan dan kepura-puraan. Ucapan lisannya harus sejalan dengan pikiran dan hatinya. Karena Allah Maha Mengetahui setiap hamba yang jujur dalam keimanan dan yang melakukan penipuan. 

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ ءَامَنَّا بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الأَخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ . يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلاَّ أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ . فِي قُلُوبِهِم مَّرَضُُ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذّابٌ أَلِيمُ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ
“Dan di antara manusia ada yang mengatakan, “ Kami beriman kepada Allah dan hari Akhir,” padahal mereka itu sebenarnya bukanlah orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang beriman, padahal pada hakikatnya mereka hanya menipu diri sendiri, sedangkan mereka tidak sadar.”(QS. Al Baqoroh : 8-10).

Syarat keenam, Al Ikhlash (ikhlas). Ikrar syahadat harus dilakukan dengan penuh keikhlasan dan hanya mengharap ridha Allah swt.  

وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ

 “ Mereka itu tidaklah diperintah kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan kepatuhan kepadaNYA (ikhlas) dalam menjalankan agama secara lurus…”(QS. Al Bayyinah : 5).

Syarat terakhir adalah Al Mahabbah (cinta). Seorang yang telah mengikrarkan syahadat maka ia harus mencintai Allah di atas segalanya dan mencintai segala sesuatu dalam rangka mencintai Allah swt. 

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ ٱللَّهِ ۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ 

 “ Dan di antara manusia ada orang-orang yang mengambil tandingan-tandingan selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat mencintai Allah di atas segala-galanya.”(QS. Al Baqarah : 165).

Demikianlah syarat-syarat diterimanya syahadat yang merupakan gerigi-gerigi kunci surga. Seseorang yang hanya mengucapkan syahadat namun tidak memenuhi syarat-syaratnya maka ia bagaikan orang yang memegang kunci surga yang tak bergerigi. Ia tak dapat membuka pintu surga dan mustahil masuk kedalamnya. 

#Demak, 27102020

#Allahdulu
#Allahlagi
#Allahterus
#lailahaillallah
#muhammadrasulullah
#cintaislam
#cintakalimattauhid

Sabtu, 17 Oktober 2020

Belajar Dari Air

Bersabarlah seperti air. Terus mengalir ke bawah sesuai hukum alamnya. Ketemu rintangan dia berbelok, ketemu celah sempit dia menyelip, ketemu batu besar dia menyibak, ketemu tanggul dia mengumpulkan diri, membesar lalu meninggi dan menumpahkan diri melewati bendungan untuk terus mengalir lagi hingga kembali ke samudra luas. 

Dalam perjalanannya, terkadang ikut pula terbawa kotoran berbagai macam, terkadang mengotori lahirnya yang tak lagi terlihat bening, tapi keruh, menghijau, kecoklatan atau bahkan menghitam. Namun dia akan terus berjuang, walau terkadang panas mentari menghabiskan raganya hingga tak bersisa, atau tertatih- tatih hingga percikannya  sampai ke muara, membersihkan segala daki dan kembali suci lagi mensucikan dalam samudra luas.

Bersabarlah laksana air, yang terkadang terlihat seperti diam, tenang dan seolah tak melakukan apa-apa, sejatinya dalam tenang dan diamnya, dia terus berjuang habis-habisan agar bisa terus mengalir menuju muaranya.

Bersabarlah bagai air yang mengalir melewati apa saja. Sesungguhnya, bersabar itu bukan diam tak bergerak, tetapi terus berjuang menapaki jalan-Nya walau dalam kesunyian. Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.

Kamis, 01 Oktober 2020

Ketika Aku dan Kau Menjadi Kita (3)


Ketika seorang lelaki dan seorang menikah,  mereka tak hanya pindah dari satu status ke status yang baru. Dari lajang berganti menikah. Dari panggilan mas atau mbak menjadi tuan dan nyonya.  

Juga tak sekadar berpindah dari rumah yang lama ke rumah yang baru. Bukan cuma menambah keluarga lama dengan keluarga yang baru. Dulu hanya terikat dengan orangtua dan saudara-saudaranya sendiri saja. Setelah menikah maka masuk dalam lingkaran yang lebih luas lagi. Ada suami/istri, ada mertua dan keluarganya. 

Pernikahan menyatukan dua insan dalam satu ikatan yang lebih spesifik. Suami adalah pakaian istri,  demikian juga sebaliknya. Namun bukan pula sekadar berganti pakaian,  namun menjadi ruh dan nyawa dalam keluarga barunya. Mereka menjadi hal yang paling penting dan merupakan bagian inti di dalamnya. 

Suami istri ibarat sepasang paru-paru dan jantung dalam satu tubuh. Paru-paru bertugas mengikat oksigen yang masuk melalui organ pernapasan luar dan melepaskan karbon dioksida dalam darah yang mengalir menuju jantung.  Jantung kemudian mengalirkan darah bersih yang berisi oksigen ke seluruh tubuh dan membawa darah kotor yang berisi karbon dioksida untuk diproses dan dibersihkan oleh paru-paru. 

Begitupun suami dan istri. Mereka bertugas mengambil semua nilai-nilai kebaikan dari luar dirinya. Kemudian menanamkannya dalam rumah tangga. Mereka juga punya kewajiban untuk membersihkan setiap keburukan yang muncul dalam rumah tangga. Tanggung jawab untuk mengedepankan sifat-sifat positif dan menurunkan ego,  membuang sifat-sifat negatif yang acapkali muncul. Dengan demikian akan tercermin akhlak yang mulia dalam rumah tangga tersebut. Dalam diri suami,  istri maupun anak-anak yang lahir kemudian. 

Suami istri  ibarat organ pencernaan sekaligus organ pembuangan dalam satu tubuh. Mereka menyerap zat-zat baik dan berguna bagi tubuh dalam makanan yang dikonsumsi. Kemudian membuang ampasnya keluar tubuh. Mereka juga bertugas menyaring kembali zat-zat baik dan berguna dalam cairan hasil metabolisme. Lalu mengeluarkan sisanya bersama dengan cairan yang sudah kotor melalui saluran pembuangan. 

Begitulah suami istri. Punya kewajiban untuk mengambil manfaat dan membuang mudharat. Maka mereka juga harus memperhatikan  makanan dan minumannya. Menjaga kehalalan dan kethoyibannya. Agar lebih mudah menyaringnya dan tak semakin memperberat tugas. 

Lebih dari itu,  suami istri adalah qolbu sekaligus akal bagi rumah tangganya. Punya kewajiban untuk selalu membersihkannya.  Yang dengannya menampakkan aktifitas yang bermanfaat dan bernilai positif (kebaikan).  Bagi diri,  keluarga dan masyarakatnya. 

Rasulullah saw bersabda, "ingatlah,  di dalam jasad ada segumpal daging.  Bila ia baik maka baiklah seluruh jasad. Bila ia buruk maka burukkan seluruh jasad. Ingatlah,  ia adalah qolbu (hati). " Qolbu yang baik akan mendorong akal melakukan aktifitas kebaikan dan menjauhi aktifitas keburukan. Memberi manfaat dan tidak menimbulkan mudharat. 

Semoga Allah swt mengistiqomahkan kita dalam kebaikan agama ini. Dan memasukkan kita dalam golongan yang disebut khoirunnas. Khoirunnas anfauhum linnaas. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi umat. Aamiin. 

Nb: fotonya duduk semua ya,  udah capek berdiri. 

#anniversary 
#mitsaqongholidzon 
#29sept2020

Selasa, 29 September 2020

Ketika Kau dan Aku Menjadi Kita (2)

Ketika kau dan aku menjadi kita,  maka hakikatnya kita melebur menjadi satu. Apapun yang berkaitan dan mengenai rumah tangga kita,  kita hadapi dan selesaikan bersama. 

Suami istri adalah sepasang tangan dan sepasang kaki yang melakukan berbagai aktifitas dan pergerakan bagi rumah tangganya. 

Tangan kanan biasanya dipakai untuk melakukan aktifitas-aktifitas yang berkelas dan dipandang orang. Untuk berjabat tangan,  interupsi,  mengetuk palu,  menulis,  mengangkat, memberi,   memotong,  memukul,  dan aktifitas lainnya.  Begitulah simbol seorang qowwam. 

Seorang qowwam harus kuat menanggung beban dan berusaha mencukupi kebutuhan keluarganya dengan pekerjaan yang halal dan mulia. Dia juga harus dapat membawa nama baik dan kehormatan keluarga/ rumah tangganya di mata publik. 

Sementara istri,  seorang istri lebih  sering mewakili tangan kiri.  Dia bisa melakukan apa yang dilakukan tangan kanan dengan porsi/kekuatan yang sedikit lebih rendah di bawahnya.  Namun,  ada kelebihan yang acap dilakukan tangan kiri dan tak biasa dilakukan dengan tangan kanan. Aktifitas yang berhubungan dengan urusan belakang yang sering dianggap remeh tapi penting. Urusan yang dianggap tidak berkelas tapi harus dilakukan,  seperti cebok dan sejenisnya. 

Begitupun dengan urusan yang berhubungan dengan anak. Ada hal-hal yang tak bisa dilakukan para ayah dan hanya bisa ditunaikan oleh para ibu yaitu mengandung dan menyusui. Maka Allah muliakan ibu dan mendahulukannya daripada ayah. Begitupun membersamai anak-anaknya di tiga tahun pertama dan di masa sakit mereka. Merupakan tugas yang lebih sering disandangkan pada ibu. 

Begitulah pekerjaan seorang istri/pekerjaan rumah tangga,  seringkali tidak dianggap sebagai pekerjaan yang berkelas dan menghasilkan.Namun dia setara dengan beberapa profesi sekaligus. Dan bila beberapa profesi itu dinilai sesuai  standar gajinya,  maka seorang suami takkan sanggup menggaji istrinya.

Suami istri ibarat sepasang tangan bagi rumah tangganya. Ada kalanya mereka melakukan aktifitas yang sama,  ada kalanya mereka melakukan pembagian tugas dengan aktifitas yang berbeda.  Ketika yang satu tidak berfungsi,  maka pekerjaan yang harus ditunaikan pun akan terasa lambat dan tidak sempurna. 

Suami istri ibarat sepasang kaki dalam mengarahkan keluarga/rumah tangganya. Dalam adab keseharian  disunnahkan mendahulukan yang kanan untuk setiap aktifitas. Dan yang kiri akan mengikutinya.  Dibawa ke masjid dia ikut,  dibawa ke pasar dia ikut,  dibawa kemana pun dia ikut.   

Begitupun seorang qowwam,  dia bertanggungjawab  dan  berkewajiban mengarahkan rumah tangganya untuk kebaikan. Membawanya menapaki jalan menuju kemenangan/surga.

Sepasang kaki selalu melangkah bersama,  baik saat berjalan maupun berlari.  Ketika kaki kanan di depan,  maka dia pasti akan menunggu pasangannya dan takkan meninggalkannya, bahkan mendorongnya maju selangkah lagi. Ketika kaki kiri di depan, dia pun akan menanti pasangannya dan mendorongnya untuk maju selangkah lagi. Saat yang satu naik,  yang lain ikut naik. Ketika yang satu turun,  yang lain akan mengikuti dan menahannya agar tak terjerembab. 

Begitu pun suami istri,  saling mendorong pasangannya untuk lebih maju dan tidak meninggalkannya saat berada di posisi belakang. Di saat mapan dan berjaya, pun di saat lemah dan terpuruk. 

Alhamdulillah,  27 tahun suka duka telah kita lalui bersama. Allah swt telah pilihkan engkau sebagai qowwamku. Maka bawalah kami untuk istiqomah menapaki jalan menuju cinta dan keridhoan-Nya. Dan semoga kelak kita beserta keluarga dan keturunan kita  termasuk dalam golongan orang-orang yang dikumpulkan Allah swt di dalam firdaus-Nya yang kekal,  aamiin. 


#anniversary 

#mitsaqongholidzon 

#29sept2020