Catatan Pelangi

Sahabat keluarga Indonesia Berbekal ilmu, iman dan amal shalih membangun peradaban mulia

Pengikut

Cari Blog Ini

Pengikut

Selasa, 23 Desember 2014

Permohonan

aku takkan pernah berhenti berharap padaMu Ya Allah

setiap saat mendoakanku....
bahkan walaupun aku telah jadi ibu...

kemudian....
ada saat aku meragukan....
semua nikmat yg Kauberikan...
apakah ini hanya keindahan...
yang tak bisa aku genggam....
Engkau kirim padaku berbagai ujian...
di setiap ujungnya ada kemudahan...
dg hadiah kesenangan...
yg tak terlukiskan....

kini.........
kuingat lagi...ada banyak lagi...
keinginan-keinginan tersembunyi....
walau ayah ibuku sangat menyayangi...
pendampingku sangat memahami....
anak-anaku sangat mencintai....
surgaMu masih selalu kurindui....
RasulMu ingin kutemui...
Wajah MuliaMu ingin kupandangi....
sepuas hati....

Mudahkanlah jalanku ya Allah....
Engkaulah Maha Pencinta...
Engkau Yg Maha Bijaksana...
Engkau Maha Memiliki Segalanya...
Engkau Maha Mengabulkan doa-doa
demak,20072011
Diposting oleh Sumartini Dwi Fatmasari AmK di 02.39 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

prihatin pornografi

prihatin pornografi
pu tubuhmu..
........kaubiarkan tangan-tangan syetan mengoyakmu..
........kaubiarkan malaikat mencercamu....
........bidadari surga mencemoohmu....
........surga menjauhimu...neraka mendekatimu...
........murka allah mengikutimu...setiap waktu....selamanya...
setiap inchi dari kulit tubuhmu...diikuti api neraka....

Tidakkah kau rindui
mata segan penuh hormat yang melihatmu...
izzah suami yang senantiasa menjagamu...
senyum malaikat yang menyalamimu....
kerling bidadari yang mencemburuimu...
surga yang mendekatimu...
wajah Allah yang menantimu...memasuki surgaNya...
.....yang penuh kelembutan...keindahan...dan keabadian...
Kembalilah pada cahaya Allah....
sempurnakan ibadahmu, sempurnakan ketundukkanmu,jaga auratmu...

"wahaimanusia, mengapa kauhabiskan waktumu....
menatap gambar-gambar yang tak halal bagimu....
menatap aurat wanita yang bukan milikmu....
kau tatap lekat...kaubayangkan ia...kaucumbui ia...
Tidakkah kau tahu....?
Allah berfirman:"janganlah kaudekati zina...
...sedang zinanya mata adalah melihat...yang tak dihalalkan Allah..
...dan hati membayangkan...merasakan yang tak dihalalkanNya..
...sedang anggota badan mengajak untuk berbuat dosa...
Allah berfirman :"dan mereka yang memelihara pandangannya...
...dan menjaga kemaluannya..kecuali kepada istri-istri mereka...
...maka Allah telah janjikan surga..yang mengalir di bawahnya sungai-sungai..
...yang penuh kelembutan, keindahan dan keabadian...
...lengkap dengan para bidadarinya...lengkap dengan pelayannya...

Tidakkah kau tahu...?
istrimu di rumah menanti...
setia melayanimu sepenuh hati..
berbagi pahala dan rejeki...
berkhidmat pada Allah yang Maha memberi....
LALU....MENGAPA KALIAN TIDAK SEGERA KEMBALI.... 

demak, 12122010
Diposting oleh Sumartini Dwi Fatmasari AmK di 02.36 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

negri pemimpi

Negri Pemimpi
penulis; Titien Sumartini Dwifatmasari

Negriku negri para pemimpi
Para karyawan tertidur lelap di atas kendaraan
Terbuai macetnya jalanan
Memimpikan atasan mereka yang pengertian
Tak marah-marah dan gaji dinaikkan
Guru-guru di kantor ketiduran
Karena kelas kosong ditinggal tawuran
Memimpikan piala dan piagam penghargaan
Atas prestasi yang tak mereka lakukan
Negriku negri para pemimpi
Pejabatnya tidur di atas meja
rapat
Membahas gaji dan komisi
yang berlipat-lipat
Tak peduli banyak orang
sekarat
Perut lapar tak tahu di mana
mencari obat

Negriku negri para pemimpi
Anak-anak jalanan tertidur kelelahan
Memeluk botol dan lem memabukkan
Bermimpi terbang menuju kahyangan
Bermain dengan bidadari-bidadari gadungan
Negriku negri para pemimpi
Tunawisma tertidur kelaparan
Membayangkan makanan
lezat di meja makan
Mereka lahap hingga
kekenyangan
Negriku negri para pemimpi
Penontonnya suka mencaci maki
Pakai topeng,tak berani pasang muka sendiri
Yang lain pada sibuk sendiri
Menyelamatkan diri sendiri
Akupun terbangun dan tak ingin tidur lagi
‪
#‎Demak‬,13112014
Diposting oleh Sumartini Dwi Fatmasari AmK di 02.17 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

ayah

AYAH
penulis; Titien Sumartini Dwifatmasari

Malam gelap pekat
Guntur dan petir bersahutan
Hujan mengguyur deras asaku
Butirannya menampakkan wajahmu
Tenang, tersenyum, bersahaja
Menatapku tanpa kata-kata

Aku tergeragap membuka mata
Bilakah berjumpa sekali saja
Namun ku tahu itu hanya sia-sia
Karna kau telah fana
Usai sudah dengan dunia
Hanya menanti saatnya tiba

Ayah, aku mengguratkan pesan
Pada keping-keping daun yang jatuh di tanah
Pada kuntum-kuntum bunga kamboja
Menitipkan pada hujan
Mengalirkan airnya menembus pusara
Di antara dua nisan

Fajar baru akan tiba
Di atas sajadah kurangkai pinta
Semoga Dia lapangkan peraduanmu di sana
Selalu terang dengan cahayaNya
Memenuhi dengan rahmatNya
Menggenapi dengan ampunan dan ridhoNya
Aamiin.

Demak, 16122014
Diposting oleh Sumartini Dwi Fatmasari AmK di 02.12 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

terasing...

TERASING
penulis: Titien Sumartini Dwifatmasari

Ah...
Aku terasing
Di tengah hiruk pikuknya dunia
Mata terbelalak
Hati penuh kecamuk
Tak tahu harus ke mana
Di selatan, para pekerja berontak
Demi perutnya meminta hak
Utara dipenuhi anak-anak
Hidup di jalanan tak beribu-bapak
Di timur para bangsawan hidup makmur
Tak peduli yang lain tak bisa tidur
Barat pun terlaknat
Menjual harkat dan martabat
Harga diri pun sekarat
Tinggal menunggu malaikat
Aku masih di sini
Di tengah-tengah mereka
Dengan dua tangan dan kaki
Apalah yang aku bisa
Ya Tuhan...ampunkan kami
Aku hanya bisa berdoa
‪#‎Demak‬, 18 Desember 2014
Diposting oleh Sumartini Dwi Fatmasari AmK di 02.10 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

ya ukhty

YA UKHTY
penulis: Titien Sumartini Dwifatmasari

Apa yang kaucari ya Ukthy
Dengan busana muslim ketat
Kau bilang menutup aurat
Namun garis dadamu membulat
Garis pinggulmu jelas terlihat
Tidakkah kau merasa
Dirimu begitu berharga
Bila auratmu terjaga
Bak sebuah berlian dalam wadahnya

Apa yang kaucari Ukhty
Berdua-duaan dengan lelaki
Berboncengan kesana kemari
Bertingkah layaknya pasutri
Padahal belum punya surat resmi
Kerudung yang menutupi
Tak jua jadi perisai diri

Apa pula yang kautangisi ya Ukhty
Bila kemudian perut mulai berisi
Kuliah kacau, kekasih tak peduli
Orang tua marah, mengusirmu pergi
Sanak saudara tak mau direpoti
Badan celaka, harga diri pergi
Sakitnya tuh di sini

demak, 19 desember 2014
Diposting oleh Sumartini Dwi Fatmasari AmK di 02.05 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

untukmu

UNTUKMU
penulis Titien Sumartini Dwifatmasari

Waktu terus berjalan
Semua kulalui hampir selalu denganmu
Tangan lembut yang semakin keriput
Langkahmu masih tergopoh gopoh menyambutku
Suaramu masih terdengar merdu di telingaku
Menyenandungkan doa untukku
Entah berapa masa, aku tak bisa lepas darimu
Mungkin, karena aku tak pernah nikmati kemarahanmu
Atau memang, kau hanya hadirkan damai untukku
Ibu, entah apa yang bisa kupersembahkan
Tiada yang bisa kubanggakan
Aku tak sebaik yang kaucontohkan
Aku tak sebijak yang kauharapkan
Aku tak secerdas yang kaubanggakan
Satu yang ku ingin kau percaya
Relung hatiku bersesakan cinta
Yang kulantunkan dalam doa setiap harinya
Berharap agar kau selalu bahagia
‪
#‎Demak‬,13 November 2014#

Diposting oleh Sumartini Dwi Fatmasari AmK di 02.02 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

pemahat kehidupan

PEMAHAT KEHIDUPAN
Penulis: Titien Sumartini Dwifatmasari

Dia serupa perempuan biasa
Bila semua perupa dikumpulkan
Dan disatukan dengan segala fungsinya
Tiadalah dapat mengungguli buah karyanya
Tak jua pisau, palu dan pahat
Ataupun perupa lainnya
Tak sesuatu yang serupa miliknya
Dan lakukan dengan caranya

Tanah dari sulbi insan mulia 
Dikumpulkannya dalam rahimnya
Dibelinya dari sighot annikah
Sakinah mawaddah wa rohmah tercampur dalam belanga
Dia memahat dengan tangannya
Lembut dan menenangkan
Dia membentuk dengan lisannya
Menyejukkan, menguatkan jiwa
Dia membakar dengan tatapannya
Membangkitkan, memberi gairah
Lalu diukirnya dengan doa dan harapan 

Bunda...
Pengorbananmu berbuah keajaiban
Tidaklah setiap penguasa berjaya
Bila tak berdiam diri dalam rahim nan sempurna
Tidaklah seribu nama menyejarah
Sebelum merangkak dalam gua garba
Tiada satupun yang hebat dan ternama
Kecuali belajar dalam wadah ajaibnya
Hanya dia yang sanggup memikulnya

Dia serupa perempuan biasa
Memulakan hari saat yang lain belum terjaga
Menutupnya hanya setelah yang lain terlelap
Namun doanya sanggup mengguncang arsyNya
Kasih sayangnya lebih berharga dari emas permata
Hatinya sepenuh lautan cinta
Dari rahimnya bermula insan paling mulia
Pun jua manusia paling hina
Dialah pemahat kehidupan
Di kakinya surga bertahta

#Demak, 21122014
Diposting oleh Sumartini Dwi Fatmasari AmK di 01.57 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

padamu

PADAMU
Penulis: Titien Sumartini Dwifatmasari

Pada segurat kata penuh makna
Kulabuhkan perahu asa
Ke arah manakah?
Aku belum lagi mengerti
Ke pantai mana biduk harapan kubawa menepi
Lalu kausentuh lembut tanganku
Tuntunku mengembara
Menjaring hikmah di setiap peristiwa
Memancing kesyukuran
Menanti dengan penuh sabar

Pada sebentuk kasih sepanjang jalan
Kaupahat dada kami guratkan iman
Melukis tawakal di setiap jejak upaya
Aku masih belum paham
Kemanakah berakhir ujung jalan
Di atas istana megahkah?
Atau di dalam catatan sejarah?
Pada harta yang berlimpahkah?
Atau di bawah tanah yang merekah

Pada sebentuk asa yang tak berwarna
Seluruh tubuhmu sibuk memahat karya.
Indah membius setiap mata
Memotivasi, membawa perubahan
Adakalanya, karya rusak mendedah jiwa
Menghancurkan, membawa binasa
Saat kau lalai menyertakanNya

Pada sang perupa
Jangan sembarang memahat karya
Sertakanlah selalu Dia.
Runcingkan lisan dengan doa
Tajamkan dengan istighfar berjuta
Agar karyamu berguna
Dan di kakimu surga bertahta

#Demak, 21122014
Diposting oleh Sumartini Dwi Fatmasari AmK di 01.56 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

suara hatiku

SUARA HATIKU
Penulis: Titien Sumartini Dwifatmasari

Aku tak terima
Mengapa hanya sehari saja
Didengungkan untaian kata untuk ibu kita
Diteriakkan penghormatan untuknya
Diperingati dan diejawantahkan dalam hidup kita
Hanya sehari setiap tahunnya

Tak ingatkah kalian?
Dalam rahimnya kalian ditanam
Mengambil aliran darahnya sembilan bulan
Waktu yang tak sebentar
Bukan hanya sehari saja
Dan dibawanya kemana saja
Dalam setiap gerak dan diamnya
Di setiap jaga dan tidurnya
Dengan penuh harap dan bahagia

Lupakah kalian?
Manis susu yang dikucurkannya
Saat mulut mungil kalian belum mengenal apa-apa
Diberikannya dengan sepenuh jiwa
Mengalir dalam darah kalian
Dua tahun atau bahkan lebih lama
Bukan hanya sehari saja

Tangan kasarnya yang menyentuh lembut
Selalu menenangkan hati yang terpuruk
Air matanya hampir selalu tertumpah
Saat kepedihan kita menyeret sedihnya
Saat bahagia kita mengharukannya
Dia selalu saja ada
Saat kita membutuhkannya

Tak tahukah kalian?
Dia mulakan hari saat kalian masih mendengkur
Pun akhirkan hari saat kalian sudah berpeluk kemul
Kalian ada dalam pikirannya
Terbayang-bayang di pelupuk matanya
Istimewa dalam ruang hatinya
Selalu disebut dalam istighfarnya
Pun dalam setiap sujud malamnya
Bukan hanya sehari saja

Muliakanlah ibumu
Dalam setiap hari-harimu
Ridhonya adalah kunci suksesmu
Kata-katanya bak mantra yang jitu
Menyembuhkan setiap lukamu
Pelukannya menghangatkan hati yang beku
Tangisnya menutup pintu rejekimu
Amarahnya menghilangkan kunci surgamu
Di bawah kakinya terletak surga yang kautuju

‪#‎Demak‬, 22122014

Diposting oleh Sumartini Dwi Fatmasari AmK di 00.49 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Senin, 22 Desember 2014

menapaki jalanMu

MENAPAKI JALANMU
penulis: Titien Sumartini Dwi Fatmasari


Menapaki jalanMu
seperti meniti tali 
membentang tinggi 
di atas tebing
Dunia laksana burung
berterbangan menghampiriku
paruhnya membawa seikat biji ranum
Ingin kusambut
namun ku tak ingin jatuh
Entah berapa langkah lagi kubutuhkan
Untuk sampai ke tujuan
PetunjukMu menjadi mataku
RidhoMu menguatkan tenagaku
Engkaulah tujuanku
Ya Robb mudahkanlah jalanku
Menuju maghfirohMu


demak, 5 april 2014

Sunyi masih bernyanyi
Bersahutan dalam rinai hujan
Meninabobokan raga yang letih
Mendekapnya dalam dingin malam
Namun..mataku tak hendak terpejam
Jiwaku terbang melayang-layang
Rasaku centang perentang
Entahlah..akupun tak paham
Wahai jiwaku..
Diamlah..ambillah air wudhu..
Sucikanlah dirimu..
Dia telah menunggumu..
Tuk dengarkan semua pengaduanmu..
Pengakuanmu..dan juga harapanmu


demak, 17 desember 2013


DEMI MASA

ada yg berlari begitu cepat
dan tak ada yg bisa menghambat
tak juga bangunan yg bersekat-sekat
atau kehidupan yg bertingkat-tingkat
ada yg selalu melaju
dengan wajah baru dan harapan baru
tak peduli seburuk apapun masalalumu
dan serendah apapun kastamu
ada yg senantiasa melenggang
dengannya ada yg senantiasa berjuang
tapi tak sedikit yg diam di ranjang
tak peduli apapun asal perut kenyang
ada yg memburu dengan senyum menipu
hingga pagi-siang terenggut darimu
pucat dan tergagap menggelayutimu
dan tiba-tiba liang kubur sudah menantimu
""Demi masa...sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian...kecuali orang2 yg beriman dan beramal sholih yg saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran"" semoga menjadi pengingat diriku...dan dirimu...

demak, 2 desember 2013



Diposting oleh Sumartini Dwi Fatmasari AmK di 23.33 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Mengenangmu


Mengenangmu
Oleh : Titien SDF

Untukmu yang telah pergi
membawa segenap rinduku
Rindu yang terbawa dalam pembaringanmu
Betapa inginnya aku mendampingimu
Di saat_saat terakhirmu
Membisikkan talqin di telingamu
Mengelus dan mengusap wajahmu
Aku ingin berbisik "ayah maafkan aku"
Namun kau tak menungguku
Setelah bertahun berlalu pun
Aku masih terbayang saat itu
Hanya doa kulepas bersama rinduku
Allahummaghfirlahu warhamhu wa afihi wafu'anhu. aamiin
### ini kutulis 22 0ktober yang lalu, saat tiba-tiba ku teringat Bapak, ayah yang kukasihi yang telah pergi 3 tahun yang lalu. siapa sangka, 3 hari sesudahnya bapak mertuaku pun pergi menyusulnya.


entahlah, aku sering terbangun dan teringat ayah, tgl 3 oktober kutulis tentang kematian

Malam pun menggulita
Ditinggalkan bintang-bintang
Dan bulan yang beranjak pulang
Hanya tinggal angin yang mendesah perlahan
Dan kita pun tak jauh berbeda
Pun sesiapa yang kita sayang
Satu demi satu kan meninggalkan kita
Menghilang dimakan usia
Kita dulukah? Ataukah mereka?
Siapkah kita? Maka berbekallah!
Sungguh, semua ada masanya

semoga Allah ampuni dosanya, lapangkan kuburnya, terangi dengan cahayanya dan jadikan mereka ahli surga, aamiin
Diposting oleh Sumartini Dwi Fatmasari AmK di 23.14 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Karangkobar

‪#‎Banjarnegara‬ Berduka
KARANGKOBAR
penulis: Titien Sumartini Dwi Fatmasari

Kaukah itu? 
Yang bertahun lalu masih perawan
Pepohon menghijau di pucuk bebukit
Hutan tlogolele, juga tanggapan
Asri menawan bak gadis idaman
Dan mereka pun mendekapmu
Dalam rumah-rumah kecil di kaki bukit
Mengubah tampilanmu
Kekayu hijau menjulang
Serupa kain tebal membalut tubuhmu
Kini tersingkap sudah
Berganti rerumput liar
Pepadi dan sayuran
Transparan menampakkan kulit arimu

Kaukah itu?
Yang dulu setegar karang
Berdiri angkuh seolah menantang
Dan mereka datang padamu
Dengan semangat berkobar
Merenggut keperawananmu
Ambil semua hasil bumimu
Hampir tak bersisa
Akar busuk tertanam di kepala
Hilang semua batang dan daunnya
Biarkanmu merana
Teronggok tak berdaya
Sekujur badan penuh luka
Mereka hanya diam seribu bahasa

Awan menggantung
Gerimis pun mengucur
Guntur dan kilat datang menggulung
Kau pun limbung
Karangkobar sudah tak setegar karang
Tumbang hanya dengan satu guncangan
Lima menit saja
Dan semua menjadi rata
Rumah-rumah mungil di kaki bukit
Kaupeluk erat dalam rahimmu
Berpuluh jiwa di dalamnya
Kaurenggut paksa
Seolah hendak berkata
"Aku hanya ingin
Suatu ketika nanti
Mereka lahir dengan akhlak mulia"

Karangkobar...
Marahkah engkau pada kami?
Hingga harus terkubur di sini?
"Tidak," katamu
"Pemilikku hanya memberi peringatan
Akan adanya pembalasan
Atas apa yang kalian lakukan
Saat di dunia ini...
Atau mungkin di alam nanti
Camkanlah...
Pengingat itu adalah kematian"
Dan arsy pun bergetar
Membawa jiwa-jiwa tanpa dosa
Karangkobar tak lagi berkobar
Banjarnegara pun berduka

‪#‎Demak‬, 17 Desember 2014

Diposting oleh Sumartini Dwi Fatmasari AmK di 23.05 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Surat kecil untuk Bunda

Surat kecil untuk Bunda
penulis: Titien Sumartini Dwi Fatmasari

Salam takzimku, Bunda
Kenang putaran waktu penuh seluruh
Berdiri kaki di atas permadani lembut
Kaugelar lebar di beranda hatimu
Telaga bening dalam tatapmu
Selalu menyejukkan, membasuh kotornya jiwaku
Bungamu sederhana saja
Namun tak layu oleh masa
Putiknya berbalur madu cinta
Kami pun berebutan menghisapnya
Berlebihan kurasa
Tiada habisnya
Taman kecil yang kaubuat untuk kami
Serasa luas tak terperi
Di kelukaan selalu kusambangi
Di setiap suka pun kukagumi
Engkau selalu ada di sinii
Di ruang khusus hati kami

Bunda,
Kecilku merepotkanmu
Sakitku menyita banyak tidurmu
Dukaku menghabiskan airmatamu
Bahagiaku tak jarang melupakanmu
Dewasa pun tak ada yang berubah darimu
Bunda, 
Aku tahu duka yang kaubawa
Kauselimuti dengan cinta
Kasih sayangmu membuat terlena
Terkadang jadi lupa, bahwa...
Kau pun mendamba rasa yang sama

Bunda,
Kuingin sentuh hatimu
Mungkin tak selembut belaianmu
Dekap hatimu dengan doaku
Walau tak sehangat pelukanmu
Kuingin guratkan bahagia di wajahmu
Pun tak seindah lukisanmu
Saat buat kutertawa dulu
Di kecil dan dewasaku
Bahkan saat ku pun jadi ibu
Aku masih tetap gadis kecilmu
Dan selalu seperti itu

Bunda,
Bawa aku dalam sujudmu
Walau kutak di sisimu
Kuingin temuimu dalam sujudku
Senandungkan doa dalam rindu
Kausebut aku dalam harapmu
Kusebut engkau dalam harapku
Dia kan satukan kita selalu
Tak terpisah jarak dan waktu
Dalam hatimu..pun hatiku
Di cinta kita..dan di ruang rindu
Bunda, I love You
‪#‎Demak‬, 20 Desember 2014

Diposting oleh Sumartini Dwi Fatmasari AmK di 23.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Wikipedia

Hasil penelusuran

Translate

Total Tayangan Halaman

Postingan Populer

  • Pentingnya Ketahanan Keluarga dalam mewujudkan Ketahanan Nasional
    Pentingnya Ketahanan Keluarga dalam Mewujudkan Ketahanan Nasional Oleh : Titien SDF Ketahanan nasional adalah kondisi dinamik suatu bangsa...
  • Kyai Boestam Kertoboso
    MENGENAL KYAI BOESTAM KERTOBOSO MASA penjajahan yang berlangsung tak kurang dari 350 tahun lamanya di Nusantara ini, memberikan pilihan-pil...
  • Artikel hari ibu
                           HARI IBU DAN PERAN STRATEGIS         Ibu, adalah sebuah kata yang sarat makna. Begitu fenomenalnya sehingga setiap b...
  • Pelangi
    .PELANGI Seorang gadis kecil berlari-lari kecil, sesekali melompati genangan air hujan yang membasahi jalan. Terkadang tangannya melambai, ...
  • Arinda dan ikan ajaib
    Putri Arinda dan Ikan Ajaib Oleh: Titien SDF Tersebutlah Kerajaan Permatapuri yang besar dan sejahtera, dipimpin oleh Raja Mandala yang bi...
  • Ibarat Mengayuh Sepeda
    Menjalani pernikahan ibarat mengayuh sepeda.  Ada roda depan,  ada roda belakang.  Ada pedal kanan dan kiri,  apabila yang satu mengarah ke ...
  • Jurnal budaya semarang
    E-JURNAL ELSAONLINE Posted on February 26, 2015 Sosial Kebudayaan Masyarakat Kota Semarang: Warak Ngendok sebagai Simbol Akulturasi dalam Tr...
  • Menimbang Cinta
    "Menimbang Cinta" Pagi ini, seorang anak datang padaku. Mata beningnya yang polos terasa seperti ujung jarum menghujam ke dalam b...
  • pengorbanan seorang ibu
    .                             PENGORBANAN SEORANG IBU  Aku mengelus-elus perut. Hari ini kandunganku genap berusia delapan bulan, berarti ...

Arsip Blog

  • ►  2020 (55)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (31)
    • ►  Maret (8)
  • ►  2018 (8)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2015 (208)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (22)
    • ►  Agustus (11)
    • ►  Juli (18)
    • ►  Juni (13)
    • ►  Mei (18)
    • ►  April (37)
    • ►  Maret (15)
    • ►  Februari (44)
    • ►  Januari (29)
  • ▼  2014 (14)
    • ▼  Desember (14)
      • Permohonan
      • prihatin pornografi
      • negri pemimpi
      • ayah
      • terasing...
      • ya ukhty
      • untukmu
      • pemahat kehidupan
      • padamu
      • suara hatiku
      • menapaki jalanMu
      • Mengenangmu
      • Karangkobar
      • Surat kecil untuk Bunda

Sosmed

https://www.facebook.com/titien.dwifatmasari
Catatan Pelangi

Sahabat keluarga Indonesia Berbekal ilmu, iman dan amal shalih membangun peradaban mulia

Blog Sahabat Keluarga Indonesia

Foto saya
Sumartini Dwi Fatmasari AmK
Ibu dari 3 putra dan 5 putri, pegiat sosial dan pemerhati keluarga. Berharap bisa menjadi sahabat bagi keluarga Indonesia. Bukan malaikat, bukan ustadzah, bukan pula orang yang mulia. Hanya hamba Allah swt yang terus-menerus berupaya menshalihkan amal, agar kelak dapat kembali pulang membawa ahsanu amalan. Bersama dengan orang-orang tercinta dalam jannah-Nya.
Lihat profil lengkapku
Tema Tanda Air. Diberdayakan oleh Blogger.