Pengikut

Cari Blog Ini

Pengikut

Selasa, 23 Desember 2014

ayah

AYAH
penulis; Titien Sumartini Dwifatmasari

Malam gelap pekat
Guntur dan petir bersahutan
Hujan mengguyur deras asaku
Butirannya menampakkan wajahmu
Tenang, tersenyum, bersahaja
Menatapku tanpa kata-kata

Aku tergeragap membuka mata
Bilakah berjumpa sekali saja
Namun ku tahu itu hanya sia-sia
Karna kau telah fana
Usai sudah dengan dunia
Hanya menanti saatnya tiba

Ayah, aku mengguratkan pesan
Pada keping-keping daun yang jatuh di tanah
Pada kuntum-kuntum bunga kamboja
Menitipkan pada hujan
Mengalirkan airnya menembus pusara
Di antara dua nisan

Fajar baru akan tiba
Di atas sajadah kurangkai pinta
Semoga Dia lapangkan peraduanmu di sana
Selalu terang dengan cahayaNya
Memenuhi dengan rahmatNya
Menggenapi dengan ampunan dan ridhoNya
Aamiin.

Demak, 16122014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar