AYAH
penulis; Titien Sumartini Dwifatmasari
Malam gelap pekat
Guntur dan petir bersahutan
Hujan mengguyur deras asaku
Butirannya menampakkan wajahmu
Tenang, tersenyum, bersahaja
Menatapku tanpa kata-kata
Guntur dan petir bersahutan
Hujan mengguyur deras asaku
Butirannya menampakkan wajahmu
Tenang, tersenyum, bersahaja
Menatapku tanpa kata-kata
Aku tergeragap membuka mata
Bilakah berjumpa sekali saja
Namun ku tahu itu hanya sia-sia
Karna kau telah fana
Usai sudah dengan dunia
Hanya menanti saatnya tiba
Bilakah berjumpa sekali saja
Namun ku tahu itu hanya sia-sia
Karna kau telah fana
Usai sudah dengan dunia
Hanya menanti saatnya tiba
Ayah, aku mengguratkan pesan
Pada keping-keping daun yang jatuh di tanah
Pada kuntum-kuntum bunga kamboja
Menitipkan pada hujan
Mengalirkan airnya menembus pusara
Di antara dua nisan
Pada keping-keping daun yang jatuh di tanah
Pada kuntum-kuntum bunga kamboja
Menitipkan pada hujan
Mengalirkan airnya menembus pusara
Di antara dua nisan
Fajar baru akan tiba
Di atas sajadah kurangkai pinta
Semoga Dia lapangkan peraduanmu di sana
Selalu terang dengan cahayaNya
Memenuhi dengan rahmatNya
Menggenapi dengan ampunan dan ridhoNya
Aamiin.
Di atas sajadah kurangkai pinta
Semoga Dia lapangkan peraduanmu di sana
Selalu terang dengan cahayaNya
Memenuhi dengan rahmatNya
Menggenapi dengan ampunan dan ridhoNya
Aamiin.
Demak, 16122014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar