Surat kecil untuk Bunda
penulis: Titien Sumartini Dwi Fatmasari
Salam takzimku, Bunda
Kenang putaran waktu penuh seluruh
Berdiri kaki di atas permadani lembut
Kaugelar lebar di beranda hatimu
Telaga bening dalam tatapmu
Selalu menyejukkan, membasuh kotornya jiwaku
Kenang putaran waktu penuh seluruh
Berdiri kaki di atas permadani lembut
Kaugelar lebar di beranda hatimu
Telaga bening dalam tatapmu
Selalu menyejukkan, membasuh kotornya jiwaku
Bungamu sederhana saja
Namun tak layu oleh masa
Putiknya berbalur madu cinta
Kami pun berebutan menghisapnya
Berlebihan kurasa
Tiada habisnya
Putiknya berbalur madu cinta
Kami pun berebutan menghisapnya
Berlebihan kurasa
Tiada habisnya
Taman kecil yang kaubuat untuk kami
Serasa luas tak terperi
Di kelukaan selalu kusambangi
Di setiap suka pun kukagumi
Engkau selalu ada di sinii
Di ruang khusus hati kami
Di kelukaan selalu kusambangi
Di setiap suka pun kukagumi
Engkau selalu ada di sinii
Di ruang khusus hati kami
Bunda,
Kecilku merepotkanmu
Sakitku menyita banyak tidurmu
Dukaku menghabiskan airmatamu
Bahagiaku tak jarang melupakanmu
Dewasa pun tak ada yang berubah darimu
Kecilku merepotkanmu
Sakitku menyita banyak tidurmu
Dukaku menghabiskan airmatamu
Bahagiaku tak jarang melupakanmu
Dewasa pun tak ada yang berubah darimu
Bunda,
Aku tahu duka yang kaubawa
Kauselimuti dengan cinta
Kasih sayangmu membuat terlena
Terkadang jadi lupa, bahwa...
Kau pun mendamba rasa yang sama
Kauselimuti dengan cinta
Kasih sayangmu membuat terlena
Terkadang jadi lupa, bahwa...
Kau pun mendamba rasa yang sama
Bunda,
Kuingin sentuh hatimu
Mungkin tak selembut belaianmu
Dekap hatimu dengan doaku
Walau tak sehangat pelukanmu
Kuingin guratkan bahagia di wajahmu
Mungkin tak selembut belaianmu
Dekap hatimu dengan doaku
Walau tak sehangat pelukanmu
Kuingin guratkan bahagia di wajahmu
Pun tak seindah lukisanmu
Saat buat kutertawa dulu
Di kecil dan dewasaku
Bahkan saat ku pun jadi ibu
Aku masih tetap gadis kecilmu
Dan selalu seperti itu
Saat buat kutertawa dulu
Di kecil dan dewasaku
Bahkan saat ku pun jadi ibu
Aku masih tetap gadis kecilmu
Dan selalu seperti itu
Bunda,
Bawa aku dalam sujudmu
Walau kutak di sisimu
Kuingin temuimu dalam sujudku
Senandungkan doa dalam rindu
Kausebut aku dalam harapmu
Kusebut engkau dalam harapku
Dia kan satukan kita selalu
Tak terpisah jarak dan waktu
Dalam hatimu..pun hatiku
Di cinta kita..dan di ruang rindu
Bunda, I love You
Bawa aku dalam sujudmu
Walau kutak di sisimu
Kuingin temuimu dalam sujudku
Senandungkan doa dalam rindu
Kausebut aku dalam harapmu
Kusebut engkau dalam harapku
Dia kan satukan kita selalu
Tak terpisah jarak dan waktu
Dalam hatimu..pun hatiku
Di cinta kita..dan di ruang rindu
Bunda, I love You
#Demak, 20 Desember 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar