SUARA HATIKU
Penulis: Titien Sumartini Dwifatmasari
Penulis: Titien Sumartini Dwifatmasari
Aku tak terima
Mengapa hanya sehari saja
Didengungkan untaian kata untuk ibu kita
Diteriakkan penghormatan untuknya
Diperingati dan diejawantahkan dalam hidup kita
Hanya sehari setiap tahunnya
Mengapa hanya sehari saja
Didengungkan untaian kata untuk ibu kita
Diteriakkan penghormatan untuknya
Diperingati dan diejawantahkan dalam hidup kita
Hanya sehari setiap tahunnya
Tak ingatkah kalian?
Dalam rahimnya kalian ditanam
Mengambil aliran darahnya sembilan bulan
Waktu yang tak sebentar
Bukan hanya sehari saja
Dan dibawanya kemana saja
Dalam setiap gerak dan diamnya
Di setiap jaga dan tidurnya
Dengan penuh harap dan bahagia
Dalam rahimnya kalian ditanam
Mengambil aliran darahnya sembilan bulan
Waktu yang tak sebentar
Bukan hanya sehari saja
Dan dibawanya kemana saja
Dalam setiap gerak dan diamnya
Di setiap jaga dan tidurnya
Dengan penuh harap dan bahagia
Lupakah kalian?
Manis susu yang dikucurkannya
Saat mulut mungil kalian belum mengenal apa-apa
Diberikannya dengan sepenuh jiwa
Mengalir dalam darah kalian
Dua tahun atau bahkan lebih lama
Bukan hanya sehari saja
Manis susu yang dikucurkannya
Saat mulut mungil kalian belum mengenal apa-apa
Diberikannya dengan sepenuh jiwa
Mengalir dalam darah kalian
Dua tahun atau bahkan lebih lama
Bukan hanya sehari saja
Tangan kasarnya yang menyentuh lembut
Selalu menenangkan hati yang terpuruk
Air matanya hampir selalu tertumpah
Saat kepedihan kita menyeret sedihnya
Saat bahagia kita mengharukannya
Dia selalu saja ada
Saat kita membutuhkannya
Selalu menenangkan hati yang terpuruk
Air matanya hampir selalu tertumpah
Saat kepedihan kita menyeret sedihnya
Saat bahagia kita mengharukannya
Dia selalu saja ada
Saat kita membutuhkannya
Tak tahukah kalian?
Dia mulakan hari saat kalian masih mendengkur
Dia mulakan hari saat kalian masih mendengkur
Pun akhirkan hari saat kalian sudah berpeluk kemul
Kalian ada dalam pikirannya
Terbayang-bayang di pelupuk matanya
Istimewa dalam ruang hatinya
Selalu disebut dalam istighfarnya
Pun dalam setiap sujud malamnya
Bukan hanya sehari saja
Kalian ada dalam pikirannya
Terbayang-bayang di pelupuk matanya
Istimewa dalam ruang hatinya
Selalu disebut dalam istighfarnya
Pun dalam setiap sujud malamnya
Bukan hanya sehari saja
Muliakanlah ibumu
Dalam setiap hari-harimu
Ridhonya adalah kunci suksesmu
Kata-katanya bak mantra yang jitu
Menyembuhkan setiap lukamu
Pelukannya menghangatkan hati yang beku
Tangisnya menutup pintu rejekimu
Amarahnya menghilangkan kunci surgamu
Di bawah kakinya terletak surga yang kautuju
Dalam setiap hari-harimu
Ridhonya adalah kunci suksesmu
Kata-katanya bak mantra yang jitu
Menyembuhkan setiap lukamu
Pelukannya menghangatkan hati yang beku
Tangisnya menutup pintu rejekimu
Amarahnya menghilangkan kunci surgamu
Di bawah kakinya terletak surga yang kautuju
#Demak, 22122014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar