TERASING
penulis: Titien Sumartini Dwifatmasari
Ah...
Aku terasing
Di tengah hiruk pikuknya dunia
Mata terbelalak
Hati penuh kecamuk
Tak tahu harus ke mana
Di selatan, para pekerja berontak
Demi perutnya meminta hak
Utara dipenuhi anak-anak
Hidup di jalanan tak beribu-bapak
Di timur para bangsawan hidup makmur
Tak peduli yang lain tak bisa tidur
Barat pun terlaknat
Menjual harkat dan martabat
Harga diri pun sekarat
Tinggal menunggu malaikat
Aku masih di sini
Di tengah-tengah mereka
Dengan dua tangan dan kaki
Apalah yang aku bisa
Ya Tuhan...ampunkan kami
Aku hanya bisa berdoa
Aku terasing
Di tengah hiruk pikuknya dunia
Mata terbelalak
Hati penuh kecamuk
Tak tahu harus ke mana
Di selatan, para pekerja berontak
Demi perutnya meminta hak
Utara dipenuhi anak-anak
Hidup di jalanan tak beribu-bapak
Di timur para bangsawan hidup makmur
Tak peduli yang lain tak bisa tidur
Barat pun terlaknat
Menjual harkat dan martabat
Harga diri pun sekarat
Tinggal menunggu malaikat
Aku masih di sini
Di tengah-tengah mereka
Dengan dua tangan dan kaki
Apalah yang aku bisa
Ya Tuhan...ampunkan kami
Aku hanya bisa berdoa
#Demak, 18 Desember 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar