Bagaimana mungkin aku tak merindukan-Mu? Sedang kejutan manis-Mu selalu ada untukku
Kauselipkan oase, hingga bisa kurasakan sejuk di tengah terik sahara
Kaulukis pelangi di sela-sela gerimis, hingga bisa kunikmati keindahan kasih-Mu di antara ujian yang ada
Kauajarkan 'tuk nikmati hidup lewat semua ciptaan-Mu yang tiada berbilang
Lewat dua samudra nan akur tanpa merusak cita rasa tawar dan asinnya
Juga liukan sirip ikan-ikan yang berenang di lautan tanpa terpagut asin
Dan kerang-kerang yang merubah luka menjadi mutiara
Juga hangat mentari tak pernah jemu menjalani takdirnya
Dan tak iri walau rembulan mendapat pujian dari cahaya yang dicuri darinya
Pun purnama nan selalu tersenyum walau terkadang tiada kerlip bintang menemani
Embun pagi tak pernah bosan menyapa hari, walau ia tahu usianya takkan lama
Dan waktu terus berlari tanpa menengok ke belakang
Tiada berbilang sudah yang Engkau ajarkan
Sungguh Maha Benar bila Engkau berfirman, " Fabi ayyi 'ala Robbikumaa tukadzdzibaan
Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
Maha Suci Engkau, ya Rabb, masukkanlah kami sebagai hamba-Mu yang penuh kesyukuran, aamiin
#Demak, 07052018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar