Pengertian
keluarga menurut beberapa ahli:
·
Keluarga
adalah sekelompok orang yang mempunyai
ikatan perkawinan, keturunan, atau hubungan sedarah atau hasil adopsi, tinggal
bersama dalam satu rumah, berinteraksi dan berkomunikasi dalam peran sosial,
serta mempunyai kebiasaan/kebudayaan yang berasal dari masyarakat, tetapi
mempunyai keunikan tersendiri.(Bergess, 1962)
·
Keluarga
adalah anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui pertalian darah,
adopsi atau perkawinan(WHO,1969)
·
Keluarga
adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan
beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap
dalam keadaan saling ketergantungan (Depkes RI, 1988)
·
Keluarga
adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari suami istri dan anaknya
atau ayah dan anaknya atau ibu dan anaknya. (UU no 10/1992)
·
Keluarga
adalah dua orang atau lebih yang dibentuk berdasarkan ikatan perkawinan yang
sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan materil yang layak, bertakwa
kepada Tuhan, memiliki hubungan yang selaras dan seimbang antara anggota
keluarga dan masyarakat serta lingkungan.(BKKBN,1999)
·
Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang
terdiri dari suami istri, atau suami, istri, dan anaknya, atau ayah dan
anaknya, atau ibu dan anaknya.(UU no 52/2009)
Karakteristik Keluarga:
Secara umum, keluarga
memilik 4 (empat) karakteristik yaitu:
(1)
Keluarga tersusun oleh beberapa orang yang disatukan
dalam suatu ikatan seperti perkawinan, hubungan darah, atau adopsi.
Sekelompok orang yang tinggal dalam satu rumah tanpa adanya ikatan perkawinan, hubungan darah atau adopsi, tidak bisa dikatakan sebagai sebuah keluarga, misal: sekelompok orang yang kost atau kontrak di sebuah rumah yang sama. Atau dua orang berlainan jenis yang hidup bersama tanpa ikatan perkawinan. Mereka bisa menjalin hubungan kekeluargaan tetapi bukan dengan makna sesungguhnya sebagai sebuah keluarga
(2)
Anggota keluarga hidup dan menetap secara bersama-sama
di suatu tempat atau bangunan di bawah satu atap dalam susunan satu rumah
tangga.
Idealnya demikian, namun adakalanya karena satu dan lain hal, tidak semua anggota keluarga dapat tinggal di bawah satu atap untuk sementara waktu, misalnya: karena urusan pekerjaan, sekolah, atau tugas-tugas tertentu. Namun demikian, hal tersebut terikat dengan batasan waktu, tidak untuk selamanya. Bukan sebuah keluarga yang sesungguhnya bila tidak tinggal dalam satu atap dari awal sampai akhir, hanya sebuah keluarga maya (semu).
(3) Setiap anggota keluarga saling berinteraksi, berkomunikasi, dan menciptakan peran sosial bagi setiap anggota seperti: suami dan isteri, ayah dan ibu, putera dan puteri, saudara laki-laki dan saudara perempuan, dan sebagainya. Bahkan meskipun untuk sementara waktu terpisah jarak, interaksi dan komunikasi ini tetap harus berjalan. Seiring dengan berkembangnya teknologi, interaksi dan komunikasi antar anggota keluarga sudah lebih mudah.
Ada banyak aplikasi yang menjembatani antar anggota keluarga meski terpisah jarak. Meski demikian, ada sisi negatifnya juga. Ada ungkapan bahwa gadget mendekatkan yang jauh, tapi menjauhkan yang dekat. Ungkapan ini muncul ketika sebagian orang lebih sering berinteraksi dengan gadget mereka daripada berbincang-bincang santai dengan anggota keluarga mereka. Bagaimana pun, interaksi dan komunikasi fisik (secara langsung) lebih baik dan lebih menguatkan ikatan hati. Sentuhan, belaian dan bahasa tubuh yang diungkapkan melakui interaksi langsung jelas berbeda dan tidak bisa didapatkan dari gadget.
(4) Hubungan antar anggota keluarga merupakan representasi
upaya pemeliharaan pola-pola kebudayaan bersama yang diperoleh dari kebudayaan
umum di komunitas.
Ada pembagian peran antara anggota keluarga sesuai
tugas fungsionalnya masing-masing. Peran
sebagai suami, istri, ayah, ibu, anak, maupun anggota keluarga tambahan lainnya
(nenek, paman, bibi, pembantu, dll). Ada hak dan kewajiban yang harus dipenuhi
secara proporsional. Ada keterikatan hati, dan hubungan timbal balik antar
anggota keluarga.
Referensi:
Lestari, Sri. 2012. Psikologi Keluarga : Penanaman Nilai dan Penanganan Konflik
dalam Keluarga. Jakarta : Prenada
Media Group

Tidak ada komentar:
Posting Komentar