Buku dan Kehidupan
Oleh : Titien SDF
Setiap kita adalah penulis sekaligus pembaca. Setidaknya itulah perintah tersembunyi dari maksud penciptaan manusia. Dia (Allah) memberi buku kehidupan pada setiap insan sejak saat meniupkan ruhnya. Lalu membersamai dalam setiap gerak dan langkahnya, juga dalam diamnya. Pada setiap mata yang terpejam dan terjaga, selalu ada pengawasan-Nya yang tak pernah lena. Hingga ketika saatnya tiba, Dia akan menilai setiap tulisan kita.
Setiap manusia, diberikan satu buku kehidupan yang putih bersih tanpa coretan di dalamnya. Tak ada satu pun yang diberi buku bekas atau buku daur ulang. Semua baru dan benar-benar terjaga, putih bersih belum bernoda. Itulah wujud kita saat dilahirkan ke dunia. Fitrah, suci tanpa dosa, dan selalu menghadirkan rasa kasihan dan sayang pada sesiapa yang memandangnya.
Lalu ditentukan-Nya kehendak-Nya, masing-masing dari kita diberikan ketebalan buku yang berbeda-beda. Setebal umur kita, terkadang Dia menambah ketebalannya atau bahkan menguranginya, semua tergantung dengan apa yang kita tuliskan di dalamnya.
Lalu, Dia putuskan pula perkara yang tak pernah bisa kita tulis di dalamnya, akhir usia kita, berjodoh dengan siapa, tentang rejeki yang diperuntukkan kita.
Kita memang tak pernah tahu, kapan Allah memanggil kembali. Kita hanya diberikan buku kehidupan dan diminta mengisinya, untuk kemudian menyerahkannya kembali saat Allah memintanya. Memang, terkadang kita bingung tentang apa yang harus dilakukan, tentang apa yang harus ditulis. Tapi Allah memberikan arahan dalam kalam-Nya, dalam QS Al 'Alaq ayat 1-5:
"Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menjadikan. Dia menjadikanmu dari segumpal darah. Bacalah dengan nama Tuhanmu yang Maha Mulia. Yang mengajarkan dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia, segala sesuatu yang tidak mereka ketahui sebelumnya."
Bukankah kalam-Nya sudah amat sangat jelas. Bacalah! belajarlah! pelajarilah! Apa yang harus dibaca? Apa yang harus dipelajari? Segala sesuatu yang Dia tuliskan dalam firman-Nya dalam kitab suci yang diturunkan-Nya. Mari simak firman-Nya dalam QS Albaqarah ayat 1-2:
"Alif lam mim, inilah kitab Alqur'an, yang tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa."
Dan memang, keseluruhan isinya adalah petunjuk. Lalu apa lagi yang harus dibaca. Apa lagi yang harus dipelajari? Adalah segala sesuatu yang Dia tuliskan dan sematkan dalam setiap hal yang diciptakan-Nya, segala sesuatu di sekeliling kita dan segala sesuatu peristiwa yang mengelilingi kita. Itu semua adalah pembelajaran. Itu semua adalah cara Dia mengajarkan segala sesuatu kepada kita. Mari simak firman-Nya dalam QS Ali Imron ayat 190-191:
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berpikir. Yaitu mereka yang senantiasa mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk maupun berbaringnya dan senantiasa memikirkan hikmah dalam penciptaan langit dan bumi. Ya Tuhan kami tidaklah Engkau menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia, maka jauhkanlah kami dari adzab neraka."
Sungguh, Dia telah ciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk, Dia lengkapi pula dengan akal dan jasad, Dia sempurnakan jua dengan penglihatan, pendengaran dan hati. Agar manusia bisa memilih apa yang akan dilakukannya, agar manusia bisa memilih apa yang akan ditulisnya dalam buku kehidupannya. Semua dipersilahkan. Allah hanya akan melihat apa yang kita kerjakan. Dia hanya akan melihat pada apa yang kita tuliskan. Lalu ada utusanNya yang bertugas mengumpulkan semua tulisan kita. Semua tanpa terkecuali, tak ada satu huruf pun yang kan tertinggal, tidak satu titik pun. Semua lengkap dan utuh, tak ada yang tertinggal, tak ada yang terbuang. Dan Dia akan menyimpannya dengan rapi dan teliti dan mengembalikannya pada kita, si penulis buku. Tak ada yang tertukar.
Lalu apa yang akan dilakukan-Nya dengan buku kita? Dialah yang Maha Melihat, Maha Mengawasi, Maha Menghitung dan Maha Adil. Dia akan memberikan balasan pada tiap-tiap hal yang kita kerjakan, pada tiap-tiap huruf yang kita tulis. Semua ada balasannya, semua ada nilainya, bahkan untuk satu titik yang amat sangat kecil.
Maka persiapkanlah bukumu. Baca dan pelajarilah segala petunjuk-Nya sebelum mulai menulis, sebelum mulai mengerjakan. Ingatlah firman-Nya dalam QS Al Hasyr ayat 18:
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa-apa yang diperbuatnya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Jadikan buku kehidupanmu sebaik-baik buku kehidupan, layak diteladani dan dijadikan inspirasi banyak orang dan tumbuh laksana pohon kebajikan. Dari sanalah royalti pahala mengalir tak berkesudahan. Dan engkau akan bahagia ketika Dia mengulurkannya padamu, disaksikan seluruh anggota tubuhmu, juga seluruh umat. Maka syafaat menaungimu dan mengantarkanmu kepada suatu peristirahatan penuh berkah lagi mulia. Di sana engkau bertetangga dengan para kekasih-Nya dan dapat melihat wajah-Nya nan Maha Mulia. Dalam jannah-Nya. Itulah sebaik-baik keberuntungan.
#Demak, 24052015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar