#Menggusur_Cabe_cabean
Fenomena Cabe-cabean, Budaya atau Penyakit Zaman?
Oleh : Titien SDF
Dewasa ini, fenomena cabe-cabean memang mulai meresahkan. Gaya hidup yang dijalani anak baru gede ini seolah menjadi trend zaman. Pacaran seolah bukan barang tabu dan layak dipertontonkan. Terkadang asyik mesra-mesraan di pinggir jalan dan di tempat keramaian. Terkadang meradang bila diingatkan.
Semua karena gemerlap dunia terasa menyilaukan. Budaya barat tak senonoh dipertontonkan. Menghiasi layar kaca, gedung bioskop, juga buku-buku bacaan. Perilaku menyimpang, tak ada yang mengingatkan. Berasa bangga eksis di jalan penuh kemaksiyatan.
Mereka tak sadar, harga dirinya telah dinistakan. Demi dunia yang mereka idam-idamkan. Sekadar jalan-jalan di mall ataupun makan-makan di restoran. Kehormatan hanya barang loakan, akhirnya berbuah janin yang tak diharapkan. Kekasih menghilang bersama perginya masa depan penuh impian.
Sebagian orang bilang, "biarkan saja, itu cuma budaya zaman. Lambat laun kan hilang terkikis arus zaman, tergantikan. Tak perlu risih dan comel seperti cacing kepanasan." Mereka lupa, bila tak diingatkan perilakunya akan semakin kebablasan. Sedikit demi sedikit melangkah menuju jurang kehancuran.
Mestinya kita semua membuka mata dan hati dalam menyikapi fenomena cabe-cabean. Karena ini menyangkut penyakit zaman yang membawa virus mematikan. Mudah menyebar dengan cepat tanpa memandang status orang tua dan jabatan. Jangan sampai buah hati belahan jantung terinfeksi dan ketularan.
Kepada para bunda pengemban amanah peradaban. Jaga buah hati, jangan lengah dari pengawasan. Putrimu adalah calon pengemban amanah peradaban. Selayaknya kaujaga selayak mutiara dasar lautan. Agar terjaga dari terkaman buaya-buaya laknat nan meremukkan.
Tanamkan iman yang mendalam, balutlah dia dengan pakaian ketaqwaan. Sirami dengan air kasih sayang nan menyejukkan. Pupuklah dengan sentuhan penuh kelembutan. Pagarilah dengan ilmu dan kecintaan kepada Tuhan. Hiasi dengan akhlak mulia, sebaik-baik teladan.
Kepada para ayah, pemimpin keluarga sebagai panutan. Dampingi bunda, lengkapi kelembutan kasih sayangnya dengan kehangatan dan ketegasan. Karena sesungguhnya semua berawal dari kurangnya perhatian. Orang tua terlalu asyik dengan dunianya yang penuh kesibukan. Sang anak merasa terabaikan dan mencari pelampiasan.
Kepada seluruh pembaca yang budiman, marilah kita saling mengingatkan. Karena fenomena cabe-cabean ini semakin merajalela memenuhi semua lahan. Dampaknya pun mau tak mau akan kita rasakan. Rusaknya tatanan masyarakat membawa kehancuran. Dan semua akan diperhitungkan di hari pembalasan.
#Demak, 21052015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar