Pengikut

Cari Blog Ini

Pengikut

Selasa, 20 Januari 2015

bukan perempuan biasa


 Bukan Perempuan Biasa
Oleh: Titien SDF


"Assalamu'alaikum. Boleh pinjam catatannya? Tadi ane telat," kata Richie pada Mutia. Gadis itu hanya mengangkat kepala, menjawab salam, menyodorkan sebuah buku, dan kemudian berlalu, nyaris tanpa kata.

Richie menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ini sudah modus ketiga yang dilakukannya untuk memperoleh perhatian Mutia. Kemarin Mutia hanya menggeleng saja saat disodorkannya seikat bunga dan sekotak coklat. Beberapa hari yang lalu, surat cintanya bahkan diberikan Mutia pada Lena, mantan yang masih suka rese kepedean.

"Kasihan...kasihan...kasihan, " celetuk Permana sambil geleng-gelenf kepala," dicuekin lagi ya Chie...hehe."

"Bantuin kek, malah ngeledek...sialan lu," umpat Richie kesal.

"Gue bilangin ya, Mutia itu bukan perempuan biasa, tak seperti Dian, Lena, Widi atau mantan-mantanmu yang lain," jelas Permana sambil tersenyum. Gue juga ngarep Chie, bukan cuma elu aja yang naksir Mutia, pikirnya.

"Maksud lu Mutia termasuk jeruk makan jeruk?" selidik Richie penasaran.

"Jiaahh...sekate-kate elu ye," sungut Permana," Mutia tuh bukan cewek yang mau diajak pacaran. Kalau elu masih ngarepin dia, pantesin dulu diri elu, ibadahnye, ngajinye, kalau udah, buruan lamar die."

"Begitu ya? Kok, elu tau sih?" kata Richie.

"Soalnya Babenya bilang gitu kemarin, waktu gue coba main ke rumahnya," jawab Permana kalem.

"Jadi...???"

#Demak, 18012015




.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar