Pengikut

Cari Blog Ini

Pengikut

Jumat, 30 Januari 2015

kejutan cinta untuk mutia

Judul: Kejutan cinta untuk Mutia
Oleh: Titien SDF

"Dik, kulihat engkau sudah siap menikah. Saya punya teman yang juga sudah siap menikah, berakhlak baik, sudah mapan, kalau kamu siap, datanya segera saya kirim."

Kalimat itu terus terngiang- ngiang di telinga Mutia, semenjak Mbak Lena, manajer di tempatnya bekerja mengutarakannya seminggu lalu.

"Ma'af Mbak, mungkin ada yang lebih baik daripada saya. Lagi pula saya sama sekali belum mengenal teman yang Mbak maksud," tolaknya halus waktu itu.

"Tidak, Dik. Dari pengamatan selama dua tahun ini, engkau muslimah yang paling siap berumahtangga. Teman saya ini sangat baik dan sudah seperti saudara. Tentu saja saya tidak sembarangan mengajukan calon untuknya," jelas Mbak Lena.

"Tolong pikirkan baik-baik ya, kutunggu kabarmu dua minggu lagi."

Mutia meninggalkan ruangan Mbak Lena dengan selaksa gundah. Bagaimana mungkin dia bisa memutuskan secepat itu, sedang melihatnya saja belum pernah. Tapi Mbak Lena orang yang shalihah, suaminya juga orang shalih, sudah pasti mereka juga hanya akan menyodorkan calon yang shalih. Jadi, bagaimana dong, pikirnya galau.

"Assalamu'alaikum," sapa sebuah suara. Suara yang sangat dikenal Mutia. Suara Richie, seorang teman lama yang pernah dikaguminya, yang berakhlak santun putra pemilik pondok pesantren tahfidzul qur'an tempatnya dulu pernah menuntut ilmu.

"Wa'alaikum salam," jawabnya agak kikuk. Apalagi ketika Mutia melihat Richie membawa serta kedua orang tuanya. Bertambah sudah tanya melengkapi gundahnya. Dengan bingung, diajaknya kedua orang tua untuk menemui mereka.

"Maksud kami, ingin melamar ananda Mutia untuk anak kami, Richie," kata Ustad Isa Alamsyah.

Mutia bagai disambar petir di siang bolong. Mimpikah aku, pikirnya. Dicubitnya tangan sendiri, sakit, ternyata semuanya nyata, tapi dia masih belum percaya.

"Bagaimana? Masih mau nunggu seminggu lagi untuk menjawab? Entar keduluan orang lho." Tiba-tiba Mbaj Lena sudah berada di belakanfnya sambil tersenyum menggoda.

Oh...ternyata, begitu pikir Mutia. Dengan malu-malu dianggukkannya kepala. Hatinya berbunga-bunga mendapat kejutan cinta.

#Demak, 17012015



Tidak ada komentar:

Posting Komentar