Balada Perempuan Pekerja
Oleh: Titien SDF
Pagi masih buta
Menutup mata untuk perempuan pekerja
Bersepeda menuju pabrik berkilometer jauhnya
Berbekal tangis anaknya yang masih balita
"Maafkan Emak, anakku sayang
Kalau tak datang, Emak pasti ditendang
Upah mingguan juga akan turut melayang
Kelaparan dan sakit pasti sudah menghadang"
Di pintu gerbang, sang mandor menyambut garang
Kata-katanya penuh berisikan kebun binatang
Matanya liar, tangannya comot sana sini tak keruan
Sang pekerja hanya bisa mengelus dada ketakutan
Saat gajian pun akhirnya tiba
Satu per satu tagihan ikut menyusulnya
Menyisakan lembaran rupiah tak seberapa
Sekadar cukup untuk mengganjal perut sekeluarga
"Maafkan Emak, anakku
Tiada oleh-oleh yang kubawa untukmu
Biarlah dekap hangatku menemani tidurmu
Mengusap perih dan menuntaskan rindu"
#Demak, 13032015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar