Pengikut

Cari Blog Ini

Pengikut

Minggu, 01 Maret 2015

Debaran membawa petaka

Debaran yang Membawa Petaka
Oleh: Titien SDF

"Ari berangkat dulu, Mom!" teriak Ari sambil berlari.

"Ke mana?" tanya sang ibu mengejarnya.

"Futsal, sama teman-teman SMA!" jawab Ari. Distaternya motornya tanpa menunggu sahutan ibunya. Sang ibu hanya bisa geleng-geleng kepala mengelus dada. Anak zaman sekarang..., pikirnya.

Lapangan futsal SMAN 9 masih terlihat sepi, Ari pun melangkahkan kaki menuju kantin Bu Lilis yang terletak tak seberapa jauh. Dipesannya semangkuk mie ayam bakso dan segelas es jeruk kesukaannya.

"Wah, yang ditunggu sudah datang"

Sebuah suara terdengar di belakang telinga Ari. Dia menoleh.

"Eh..., Dinda. Tahu-tahu nongol, kayak setan aja," seru Ari garuk-garuk kepala. Terasa berdebar hatinya ditatap gadis tomboy itu. Sialan, rutuknya dalam hati.

"Gue emang tunggu elu di sini, tahu!" sergah Dinda kesal, "futsalnya pindah ke lapangan SMA Taruna Nusantara. Kita mo sparingan."

"Entar deh, gue habisin ini dulu. Gak lama kok," jawab Ari. Dimakannya pesanannya dengan tergesa. Mereka pun segera berangkat bersama.

"Gue bonceng elu ya. Ban motor gue bocor," rajuk Dinda. Jadilah mereka berdua berboncengan.

Dinda melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Ari, menerbitkan debaran-debaran kencang di dada remaja tanggung itu. Diakuinya, wajah cantik Dinda membuatnya terpesona. Tapi, penampilan tomboynya membuatnya berpikir berkali-kali untuk mendekatinya. Apalagi untuk menyatakan cinta.

Ari mempercepat laju motornya. Dinda semakin merapatkan tubuhnya, dipeluknya pinggang Ari erat-erat dan berbisik di telinga, "percepat lagi dong. Masak laki gak berani ngebut."

Merah rasanya kuping Ari dibuatnya. Bisikkan Dinda terasa bagai ciuman di telinganya. Ditekannya gas kuat-kuat, berharap Dinda semakin memeluknya erat.

"Lihat-lihat jalan dong, Say... ada mobil di depan!" teriak Dinda saat mereka mendekati tikungan. Namun terlambat,... Duarrrr... kecelakaan tak terelakkan.

"Ariiii...!" teriak Dinda keras. Gelap pun menyelimuti dunia mereka berdua. Seiring darah yang mengucur menggenangi jalan raya.

#Demak, 01032015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar