MUHASABAH I
Oleh: Titien SDF
Aku mengeluhkan kekesatan hatiku ya Rabbi. Yang melekat kuat di selembar bumi. Tergopoh-gopoh menyongsong kilau imitasi. Di atas kereta usia yang cuma selintas ini. Sedang rel-Mu melambai memanggil untuk kususuri.
Ampuni alpa ini ya Pemilik segala ampunan. Berjejal jinjingan penuhi kedua tangan. Berharap menaiki hidup penuh keselamatan. Hampir terlupa, tiket surga belum kusiapkan. Sedang kereta melaju tiada dapat ditangguhkan.
Dan ketika penjaga-Mu menanyaiku. Merapal asmaul husna pun lidah terasa kelu. Kalam suci-Mu terpojok di sudut kalbu. Terabai terselimutkan debu-debu. Dan lisan ini masih saja berucap yang tak perlu.
Beri aku waktu, wahai Pemilik Kehidupan. Biar kuhapus semua jejak keburukan. Hiasi pakaianku dalam ketaqwaan. Isi ceruk palung rinduku sepenuh iman. Di sini, kuhasung pinta dengan nama-Mu yang Maha Rahman.
#Demak, 04092015
MUHASABAH II
Oleh: Titien SDF
Terang teramat menyilaukan. Surya mendekat, panasnya tak tertahankan. Padang pasir membentang sepanjang pandangan. Tergigil insan tanpa tutupan, berhamburan. Ke mana gerangan kucari naungan?
Di manakah ini? Teriakku terus berlari. Peluh menenggelamkan raga lemah ini. Napas seolah terputus namun tak hendak berhenti. Tiada jawaban, tiada yang peduli. Sepenuh mata tersibuk, selamatkan diri sendiri.
Inikah hari perhitungan itu? Mengapa begitu cepat mendatangi waktu. Sedang perjalanan terlalu banyak arah tak tentu. Tersesat dalam jurang bahgia nan semu. Mempecundangi usia yang berlalu.
Sepercik tirta turun bagai hujan menerpaku. Bangunlah wahai jiwa yang tertipu. Waktumu belum tiba, cepat siapkan dirimu. Ambil air wudhu, pacu kendali kudamu. Hapus jejak keburukan, di atas jalan lurus-Nya kita kan menuju.
#Demak, 04092015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar