Pengikut

Cari Blog Ini

Pengikut

Rabu, 30 September 2015

Pengendara Kehidupan

PENGENDARA KEHIDUPAN

Setiap kita adalah pengendara. Duduk di atas kursi keinginan dan nafsu dunia. Tergambar jelas di jendela matanya yang sebening kaca. Begitu elok semua perjalanan yang terlihat di luar sana. Lalu lalang kuda tunggangan, barisan gedung bahkan istana. Semua terlihat gagah, cemerlang menyilaukan mata.

Masih asyik kita bertahan di sana. Bercengkerama bersama keluarga, orang-orang tercinta. Namun, acapkali penglihatan terpesona dengan keindahan yang berbeda. Bisikan nafsu mengajak untuk berbelok ke  arah semu belaka. Kaki terlupa akan rem keimanan yang tersembunyi di bawah sana. Keluar sudah dari jalur yang sudah semestinya, tersesat dalam rimba belantara alpa.

Di mana spion yang ada di kanan kiri kita? Bukankah dia selalu ada di sana, tak sekalipun meninggalkan tempatnya? Diri yang terlupa memang acap beralih pandang pada selainnya. Hingga keberadaannya tak lagi menciutkan nyali, sifat kehati-hatian perlahan sirna. Tiada lagi rasa takut menurunkan kaki ke lembah khilaf, pun dosa.

Setiap kita adalah pengendara nafsu yang menggelegak memanaskan jiwa. Walau mesin ruh kita buatan Sang Maha Sempurna, tiada duanya. Kita jualah yang harus senantiasa merawat dan menjaganya. Mengganti pelumas syahwat yang kotor dengan melumaskan istighfar, berdzikir kepada-Nya. Membersihkan daki-daki hasad, dengki yang menutup bohlam qolbu kita.

Setiap kita adalah pengendara yang pasti akan ditanya. Perihal tanggungjawab atas seluruh penumpangnya. Atas penglihatan, pendengaran, perkataan, penciuman dan perbuatan anggota tubuh kita. Di hari yang ditentukan di mana mulut terkunci, lisan tiada dapat berkata. Dan tiada pengetahuan, akankah mereka semua menghujat ataukah membela.

Maka, wahai saudaraku, ikhwatii semua. Berhentilah pada sebagian waktumu yang ada. Periksalah perlengkapanmu, yang utama dibawa, juga sunnahnya. Kenali jalanmu, pelajari peta yang diimlakan Sang Maha Pencipta. Baca petunjuknya dengan seksama agar tak tersesat nantinya.

Lengkapi diri dengan surat ijin menjadi muslim seutuhnya. Juga surat tanda nikah sesuai kaidah agama. Perhatikan rambu-rambu kehidupan  dengan seksama. Bahan bakarnya dipilih berdasar kehalalannya. Karena yang berasal dari yang haram selalu mengantarkan ke arah neraka.

Setiap kita adalah pengendara di atas roda waktu yang senantiasa berputar tanpa jeda. Alpa dan khilaf tak pernah bosan dan berhenti menyapa. Melenakan diri, memotong usia tanpa beroleh sesuatu apa. Roda waktu terus berlari, dan kita tak beranjak dari tempat semula, usia pun tersia-sia. Tiba-tiba saja, neraka sudah menghadang di depan mata, titian surga entah ada di mana.

Sungguh nyata benar adanya, kehidupan dunia hanya perhiasan yang menipu mata. Membesarkan syahwat dan menciutkan iman dan taqwa. Jangankan beroleh mulia, dia hanya mengantar ke lembah nista. Penduduk dunia memandang sebelah mata, penduduk langit melaknatinya. Surga menutup pintu, terlemparlah jiwa ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Setiap kita adalah pengendara yang lemah, tiada daya di hadapan-Nya. Basahkan lisan memuji dan memohon hanya pada-Nya. Berusahalah dan yakinlah tiada yang sia-sia, semua selalu ada balasannya. Istighfar, mohon ampun atas segala khilaf dan dosa. Tawakallah, yakinilah cahaya-Nya akan menerangi jalanmu berujung surga.

#Demak, 17092015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar