Pengikut

Cari Blog Ini

Pengikut

Rabu, 30 September 2015

Ujian dan Cinta

Ujian dan Cinta
Oleh: Titien SDF

Ini hari keempat aku tak dapat berjalan seperti biasanya.  Sebilah kruk pun tak mampu menopang aktivitasku. Praktis empat hari ini, dan beberapa bilangan hari yang akan datang ada banyak tugas dan aktivitas tak tertunaikan.

Apalah yang  bisa kulakukan? Beruntung, Allah hanya mengambil sedikit nikmat dariku. Aku masih dikaruniai penglihatan, pendengaran, dan hati yang masih dapat digunakan mensyukuri nikmat-Nya.

Lalu terbacalah olehku,  QS Yusuf ayat 3, yang artinya:
"Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan AlQur'an ini kepadamu."

Inilah kisah terbaik, ialah kisah cinta. Kisah seorang bernasab termulia, Yusuf ibn Ya'qub ibn Ishaq ibn Ibrahim as. Berparas terindah dan berakhlaq jelita.

Di dalamnya terkumpul ujian dan cinta. Kisahnya diawali dengan kucuran kasih ayahanda, ditingkah dengki saudara, diuji bertubi-tubi, dijuluki Al-Khair, si baik dan pembawa kebaikan.

Kisah terbaik ternyata kisah yang penuh liku,  penuh  warna, penuh ujian dan cinta-Nya.

Acapkali kita meminta jalan yang lurus, "ihdinash shirathal mustaqiim." Tak kurang dari 17 kali sehari kita lantunkan dalam sholat kita. Namun, acapkali yang terbetik dalam benak adalah jalan yang halus serta mulus, bagus tanpa likuan, mudah tanpa hambatan.

Kita acap lupa 'shirathal mustaqiim' adalah jalan orang-orang yang Dia ridhoi. Bukan jalan orang-orang yang Dia murkai. Bukan pula jalan orang-orang yang sesat. Dan AlQur'an adalah cahaya, petunjuk, di dalamnya tersurat kisah tentang para kekasih-Nya,  di mana mereka berjalan meniti ridho-Nya.

Inilah jalan yang Yusuf as lalui, penuh ujian dan cinta, fitnah dan karunia.

Inilah jalannya Musa as yang berani dan teguh hati berdakwah di tengah kaum yang sering membuat kecewa.

Inilah jalannya Nuh as yang menghabiskan sepanjang  umurnya untuk menyeru dengan segala cara.

Inilah jalan yang dilalui Ayyub as yang penuh sabar dan dzikir kepada-Nya.

Inilah shirathal mustaqiim, dia berkelok dan menikung, menanjak dan melongsor, membentang dan menghimpit, curam dan terjal, deras dan gemuruh,keras dan runcing. Tetapi, selalu ada keberkahan di tiap-tiap lapisnya, selalu ada rahmat di setiap luka dalam menapakinya, selalu ada maghfirah dalam alpa kita menyusurinya.

Dan Allah berfirman, "maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

Ketika Dia menutup satu pintu rizki, di saat yang sama Dia membukakan pintu-pintu yang lain.

Ketika Dia memutus satu nikmat, di saat yang sama Dia menghujani dengan nikmat-nikmat yang lain.

Fastaghfirlii ya Rabb, subhanaka innii kuntu minadhddholimiin.
Allahummaj'alnii fii mushibatin ajron, wal hikmatan, warrohmatan, wal barokatan, wal maghfirotan, wa qiina adzab annaar, aamiin.

#Demak, 23082015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar