Pengikut

Cari Blog Ini

Pengikut

Kamis, 30 April 2015

Konde kesayangan


Konde Kesayangan
Oleh : Titien SDF

"Ada maling ... ada maling ... bangun ... bangun ...," kata Mak Siti membangunkan suaminya.

Pak Lurah tergeragap bangun oleh guncangan dan teriakan Mak Siti. Dibetulkannya sarungnya yang melorot, menengok ke seluruh penjuru, " mana ? Mana malingnya?"

"Oalah ... Pak, Pak, kalau belum lari udah kutangkap sendiri. Ndak perlu mbangunke sampeyan," gerutunya. Dengan kesal Mak Siti menghempaskan badannya ke ranjang. Dibiarkannya Pak Lurah mondar-mandir memeriksa setiap pintu dan jendela.

"Wong kemalingan kok liat pintu jendela to Pak," celetuk Mak Siti.

"La ini, pintu sama jendela ndak ada yang rusak, malingnya liwat mana?" gumam Pak Lurah penasaran, "memangnya, yang hilang apa sih?"

"Konde kesayanganku ... huuu ... huuu ...," jawab Mak Siti mewek. Lintasan kenangan simpang siur berjalan di kepalanya. Saat Pak Lurah melamarnya, ibu mertuanya bilang, "Nduk cah ayu, nanti waktu ijab pakai sanggul ini ya, khusus Ibu pesankan sendiri buat kamu."

Mak Siti masih berlinangan air mata mengenang konde kesayangannya. Terngiang di telinganya pujian Pak Lurah di malam pengantin,"kamu terlihat cantik sekali memakai sanggul. Nyi Roro Kidul saja kalah cantik." Dan setelahnya, hampir setiap malam dia memakainya dan baru mencopotnya sebelum tidur.

"Bukankah semalam masih mbokpakai Mak?" tegur suaminya halus.

"Iya, sebelum tidur kutaruh di atas meja dapur, habis minum lupa belum taksimpen ...," jawab Mak Siti bingung.

"Maling ndak mungkin mencuri konde, Mak. Jangan-jangan digondol kucing," sahut Pak Lurah.

"Memangnya kondeku ikan asin?" Sampeyan tuh ...," tukas Mak Siti kesal. Dicarinya lagi ke seluruh pelosok rumah, ke kolong ranjang, di kolong meja kursi, di balik perapian, di balik lemari. Tapi semuanya nihil.

"Ujang! .... Ujang!" teriak Paj Lurah memanggil anak semata wayangnya.

"Ada apa Pak," sahut Ujang sambil membawa telur-telur ayam di atas jerami.

"Kamu lihat konde ibumu?" tanya Pak Lurah.

"Ujang pinjem sebentar Pak," jawab Ujang kalem.

"Buat apa? Memangnya kamu mau pake konde juga?" tanya Mak Siti emosi. Dia mulai berpikir yang bukan-bukan tentang anak lelaki semata wayangnya itu.

"Eh ... oh ... maaf Mak, ini tadi Si Blorok sama Si Blirik berantem, rebutan jerami buat ngerami telur. La karena jeraminya cuma satu, Ujang pinjem kondenya emak dulu buat naruh telurnya Si Blirik. Jadi masing-masing bisa ngerami telurnya sendiri-sendiri," jawab Ujang panjang lebar.

"Apaaa?!" teriak Mak Siti dan Pak Lurah histeris.

#Demak, 13042015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar