Dalam Rinai Hujan
Oleh : Titien SDF
Hujan selalu menyisakan kenangan
Hidupkan lagi denyut cinta dalam penantian
Dinginnya menelusup gigil rindu yang terbungkam
Selalu saja meriuh simfoni mengiramakan harapan
Tes... tes... tes... satu-satu butirannya meluncur
Turun menderas dengan kecepatan tak terukur
Bagai tumpukan asa harap dan cita berbaur
Mendiami sudut hati di mana keangkuhanku luntur
Senja membayang di antara rinai gerimis
Menampilkan wajahmu tersenyum manis
Mengenang ketiadaan rasaku bagai teriris
Berjejalan duka menyesak menahan tangis
Mentari tenggelam senja pun menghilang
Rembulan menyapa berteman bintang-bintang
Aku masih di sini menantimu datang
Seperti cahaya bulan nan membawa terang
#Demak, 13022015
Biodata penulis:
Titien Sumartini Dwifatmasari, pegiat dunia literasi. Bergabung dengan beberapa komunitas kepenulisan semisal KBM, DINS, GPSP, SAP, KPKer, dll. Sebagian karyanya dapat dinikmati dalam buku antalogi Senandung Serunai, I Love U Mom, Melati untuk Ibu, Putik Desemberku, Samudera Aksara Pujangga dll. Dapat dihubungi via fb dengan akun Titien Sumartini Dwifatmasari, atau via email di titienfatmasari@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar