PEREMPUAN DI PENGHUJUNG MALAM
Pekat menyelimuti malam dalam gelap
hiruk pikuk yang tertinggal hanya senyap
sesosok tubuh bergumul dalam dapur yang pengap
agar esok di perut sang anak lapar tak hinggap
Sunyi masih menggigit tepian malam
dipukulnya lesung memecah gabah
tak dirasa tangan yang lepuh merekah
bunyi alu terdengar riuh rendah
Beras didapat periuk pun ditanak
dicari pula sesuatu di antara bunian
sekedar lauk untuk disandingkan
hitam jelaga pun membalur badan
Hidangan masak badanpun teriak
merajuk meraup air seguyuran
bersihlah badan bentangkan sajadah
meluruh menghiba pinta pada Sang Tuan
Pagi menghabiskan waktu senggangnya
siang menghapus duka anak-anaknya
petang menyerahkan pangkuan pada sang imam
dan dia mulakan harinya di penghujung malam
Perempuan di penghujung malam
hampir tanpa tangisan dan keluhan
senyum sang anak hilangkan kesedihan
pelepas penat di sekujur badan
Perempuan-perempuan perkasa
tak pernah protes dengan nafkah seadanya
yang coba ciptakan surga di rumahnya
wujud nyata surga di telapak kakinya
Perempuan di penghujung malam
engkaulah bunda mulia
malaikat kan mengiring segenap doa
insya Allah kan dikabulkanNya
#30112014#
Tidak ada komentar:
Posting Komentar