Pengikut

Cari Blog Ini

Pengikut

Jumat, 13 Februari 2015

Ulang tahun Rafi

. Ulang tahun Rafi

Hari ini tanggal 20 Februari, berarti dua hari lagi hari ulang tahun Rafi. Bunda sudah mempersiapkan segalanya untuk pesta perayaan ulang tahun Rafi yang ke tujuh ini. Memang, biasanya Bunda tak pernah mengadakan pesta ulang tahun untuk dua buah hatinya, Rafi dan Nabila.

Bunda teringat lagi kata-kata Rafi lima hari lalu, saat Maura, tetangga balita depan rumah baru selesai merayakan pesta ulang tahun.

"Bunda, kapan Rafi ulang tahun."

"Tanggal 22 Februari, sayang. Ada apa?" tanya Bunda.

"Boleh gak kalau Rafi minta pesta ulang tahun seperti Maura?" jawabnya.

"Bunda boleh minta satu alasan?"

"Ehmmm..., tapi pestanya tidak di rumah kita, Bunda?" Rafi tidak segera menjawab pertanyaan Bunda.

"Lalu di mana, sayang? Bunda boleh minta satu alasan?" Bunda mengulangi pertanyaannya.

"Rafi mau cerita dulu, Bunda dengar ya," jawab Rafi. Ditariknya tangan Bunda, mengajaknya duduk di halaman, tangannya menunjuk ujung jalan.

"Hari Sabtu kemarin, Cikgu mengajak jalan-jalan ke sana... terus... belok sana...," Rafi bercerita sambil telunjuk tangannya bergerak-gerak mengisyaratkan arah yang dilaluinya.

Bunda tersenyum lalu bertanya," apa yang Rafi lihat?"

"Kita lewat di tengah sawah, ada kerbau lho di sana. Terus kita jalan lagi, terus... kita diajak masuk ke sebuah rumah. Namanya Panti Asuhan Harapan. Banyak sekali anak-anak di dalamnya. Kata Ibu yang ada di sana, mereka tidak punya ayah bunda. Rafi kasihan...," kata Rafi melanjutkan ceritanya.

"Terus...?" tanya Bunda ingin tahu lanjutannya.

"Boleh gak kalau Rafi minta ulang tahun Rafi dirayakan di sana?"

"Terus..., anak-anak itu disuruh nonton kamu yang lagi senang, begitu?" Bunda mencoba menjajaki pemikiran Rafi.

"Ya enggaklah, maksud Rafi biar mereka bisa ikut makan-makan juga. Rafi juga mau undang semua teman-teman Rafi. Kalau mereka bawa kado, nanti kadonya buat anak-anak itu. Rafi kan sudah punya segalanya," jawabnya panjang lebar. Kalau bicara begitu, lagaknya sudah kayak dai cilik saja.

"Man laa yarham wa laa yurham, siapa yang tidak sayang maka tidak disayang. Begitu kata Cikgu Katanya kita harus berbuat baik agar disayang Allah. Makanya...Rafi kan pengen disayang Allah juga. Boleh ya Bunda?"

Bunda menarik Rafi dalam pelukannya. Dianggukkannya kepala penuh syukur. "Tentu saja boleh, sayang. Ajak Adek Nabila juga ya," sambungnya lagi.

"Horrreee...!" Rafi meloncat melepaskan pelukan Bunda kemudian berlari masuk ke dalam rumah. Sejurus kemudian, dia telah kembali dengan celengan ayamnya.

"Rafi mau pakai isi celengan ini buat beli buku tulis sama pensil!" teriaknya gembira.

"Buku dan pensil Rafi kan masih banyak," sahut Bunda heran.

"Bukan buat Rafi, tapi mau Rafi hadiahkan buat anak-anak itu. Boleh ya Bunda...," rengeknya lagi.

Sekali lagi, setangkup lega mengaliri hati Bunda. Dia merasa tak salah langkah memilihkan sekolah yang baik bagi buah hatinya.

Hari yang dinanti pun tiba. Sebelum pergi, Bunda bergegas mengecek semua yang dibutuhkan untuk pesta ulang tahun Rafi. Ia berharap dapat membantu melaksanakan niat Rafi sebaik-baiknya. Rafi dan Nabila terlihat sangat gembira. Mereka bergantian berlari keluar masuk rumah membawa hadiah-hadiah untuk anak-anak panti. Bunda menatanya rapi di bagasi mobil. Tak lupa dibawanya pula kue-kue, permen dan nasi kotak sejumlah anak-anak Panti Asuhan Harapan yang ditunjukkan Rafi. Isinya nasi kuning, dadar telur, perkedel, kering tempe, abon, ayam goreng dan irisan mentimun. Mudah-mudahan mereka suka, pikirnya.

Ayah segera menjalankan mesin mobil, segera setelah semuanya siap. Mobil pun melaju memutari persawahan dan berhenti di seberang jalan, tak jauh dari Panti Asuhan Harapan. Mereka semua bergegas turun. Rafi dan Nabila berlari mendahului ayah bundanya. Ternyata di sana sudah banyak teman Rafi yang datang. Ada yang diantar orang tuanya, ada juga yang berangkat bersama teman yang lain. Cikgu dan Pak guru juga ada di sana.

"Ayah dan Bunda mana Rafi?" tanya Cikgu saat melihat Rafi dan Nabila berlarian membawa sesuatu.

"Ayah Bunda masih di mobil, menurunkan barang-barang," jawab Rafi sambil berlari.

Cikgu dan Pak guru bergegas mengikuti Rafi. Mereka membantu Ayah dan Bunda menurunkan semua barang-barang. Beberapa orang ikut membantu menatanya di ruang depan Panti Asuhan Harapan. Acara segera dimulai.

Penghuni panti menyambutnya dengan penuh suka cita. Mereka bersalaman dengan Rafi dan teman-temannya dengan gembira. Acara berlangsung meriah, anak-anak tertawa, Ibu panti menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga.

"Rafi suka acara ulang tahunnya?" tanya Bunda.

"Suka Bunda," jawabnya gembira.

"Bunda juga suka. Tapi...Rafi harus ingat, berbuat baik tidak hanya saat ulang tahun saja. Berbuat baik bisa kapan saja dan di mana saja. Rafi mengerti?"

"Iya Bunda, makasih ya...Rafi sayang Bunda," jawab Rafi sambil melingkarkan tangannya di pinggang Bunda.

"Kalau Ayah?" tanya Ayah yang sudah berada di sampingnya.

"Rafi sayang Ayah juga...," kata Rafi.

"Sayang Adek Nabila juga, sayang semuanya," kata Rafi memandang lekat adik imutnya. Mereka pun berpelukan hangat. Sungguh hari yang indah.

#Demak, 10022015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar