School from home bukan berarti hanya menulis pe-er dan mengerjakan soal-soal saja. Salah satu tugas sekolah yang harus dilakukan si Bungsu adalah melakukan wawancara dengan Pak RW terkait isu korona dan pencegahan yang sudah dilakukan.
Memang, tugas wawancara ini bukan yang pertama buat si Bungsu. Emak juga setuju sih dengan tugas wawancara ini, karena bisa jadi sarana latihan pede dan berani ngomong sama orang lain. Berani tapi tetep jaga kesopanan dan kesantunan.
Beberapa kali tugas wawancara, tidak ada kakak-kakak di rumah. Jadilah, emak yang bertugas mendampingi dia, because kalau gak didampingi yo dapetnya mondar-mandir di depan rumah Pak RT atau pak RW. Untuk rumah Pak RT dan Pak RW masih satu gang sama emak. Didampingi emak pun, doi gak mau bersuara, cuma cengar-cengir doang. Jadilah, emak yang nanya, doi cuma nirukan pertanyaan emak sambil cengar-cengir. Tangan emak dipegangnya erat-erat, mungkin kawatir emaknya melarikan diri darinya....
Alhamdulillah, kali ini semua kakak kumpul, tinggal tunjuk salah satu, emak bisa bebas tugas. Kali ini tugas kakak ke-enam yang memang paling pede buat ndampingi doi wawancara. Tak lupa disiapkannya hape si kakak yang lain buat ngerekam aksi si doi. Et dah, udah kayak reporter aja... padahal cuma repoter.
"Entar aku harus tanya piye, Mi?" tanya doi sambil merapikan pakaian dan rambutnya. Alhamdulillah, dia udah terlihat lebih pede meski tanpa didampingi emak, plus dengan cengar-cengir khasnya.
"Ini, udah Umi buatin daftar pertanyaan. Dihapalkan dulu, kalau lupa yo dibaca aja." Kusodorkan daftar pertanyaan yang sudah kutuliskan di buku tugasnya.
"Entar Pak RW gak mau jawab." Doi menerima buku itu sambil garuk-garuk kepala.
"Pasti mau, kan ada Embak. Mbak, nanti matur sama Pak RW, adek dapat tugas wawancara dari sekolah ya. Jangan lupa salam dulu. Pasti dijawab kok. Udah, sana berangkat."
Mereka pun segera salim dan berangkat. Ya Robbana, semoga gak ada aksi doi mogok bicara, doa emak menyertai.
Tak sampai lima belas menit, mereka berdua sudah kembali ke rumah. Dan... taraaa... inilah rekaman wawancara doi. Alhamdulillah, meski sambil baca dan sambil cengar-cengir, tugasnya terlaksana dengan baik. Namanya juga belajar.... Jangan ada kata lelah untuk belajar ya, Nang. Kamu pasti bisa, in syaa Allah. Man jadda wajada.
#Demak, 05042020
#D5
#30MM
#30APIAPRIL
#MENULISSEMUDAHBERNAFAS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar