Pengikut

Cari Blog Ini

Pengikut

Rabu, 15 April 2020

TAK SEINDAH YANG TERLIHAT


"Mi,  rumahnya bagus banget."

Emak spontan menoleh.  Di layar kotak televisi itu memang terpampang rumah mewah tiga lantai. Kamera menyorot seluruh ruangan dari teras, ruang tamu,  ruang keluarga,  kamar-kamar,  juga taman di  samping dan belakang rumah.  Tak lupa kolam renang mewah yang mengundang decak kagum dua bocil.  Seolah keduanya pengen nyebur ke sana.  Memang,  beberapa kali mereka request, minta dibuatin kolam renang dalam rumah. Kalau kolam ikan masih mungkin sih,  kalau kolam renang?  Oh,  no...  enggak kebayang.   Rumahnya saja kecil kok,  kolam renangnya mau seberapa? Kecuali kalau yang mau berenang liliput sama kurcaci.  Tapi kan,  mereka enggak ada.  Kalaupun ada,  kan bukan anggota keluarga kita juga. 

"Kalian mau rumahnya punya kolam renang?" tanya emak yang disambut dua pasang mata  yang berbinar-binar. Uwalah... rasanya gak sampai hati membuat mereka kecewa. 

"Sana masuk tivi.  Pindah ke sana,  berenang sepuasnya, " goda kakak ke-empat.
 

"Gimana,  caranya masuk tivi?" dua bocil serentak cemberut. 

"Aku sih pilih di sini,  di sana gak ada Umi," goda kakak ke-empat lagi.  Kedua tangannya refleks mengacak-acak rambut dua bocil.  

"Ye,  Umi tak ajak ke sana,  to," balas dua bocil tak mau kalah. 

"Emangnya Umi mau?  Emangnya dibolehin Abi?"

"Yo wes,  entar aku kalau udah kerja,  Umi takbuatin rumah besar yang kayak gitu,  ada kolam renangnya. Mau kan,  Mi... ya...  ya.... "

"Umi kan gak bisa berenang,  ye...."

"Kan bisa lihat anaknya sama cucunya berenang,  ye.... "

Anak-anak itu,  kalau dibiarkan enggak akan berhenti saling meledek. Sekarang aja mereka udah tambah saling menggelitiki.  Kalau emak cuma menonton,  pasti akan ada yang nangis nantinya. 

"Sudah,  ah.  Enggak usah bahas kolam renang.  Umi punya puding coklat,  siapa mau."

Serentak mereka berhenti sejenak,  untuk selanjutnya rebutan puding. Emak jadi ingat, saat anak-anak tidak di rumah,  puding buatan emak bertahan lama di kulkas. Kalau ada anak-anak, cepet banget ludesnya.  Alhamdulillah.  

Emak kembali teringat rumah besar tadi. Rumah kecil  ini saja sudah terlalu besar bagi emak saat anak-anak tidak ada di rumah.  Apalagi rumah sebesar itu.  Belum tentu juga yang punya rumah bahagia dan krasan tinggal di sana.  

Begitulah manusia,  terkadang menginginkan apa yang dimiliki oleh orang lain. Meski sebenarnya belum membutuhkannya.  Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau.  Meski kita tak tahu,  itu rumput beneran atau cuma rumput imitasi. Yang sebenarnya tak selalu seindah seperti yang terlihat.  Bukankah sudah banyak diberitakan juga di media.  Para bintang yang bertabur kemewahan,  mereka juga punya banyak masalah yang sulit diselesaikan. Kalau disuruh tukar tempat,  emak juga tidak mau. 
Yakini saja,  apa yang diberikan Allah pada kita adalah hal-hal  terbaik yang memang kita butuhkan.  Banyak bersyukur,  in syaa Allah akan selalu diberikan kebaikan.  

Fabi ayyi alaa-irobbikumaa tukadzdzibaan.  Allahummaj'alni min abdan syakuron.  Aamiin. 

#Demak,15042020

#D15
#30MM
#30APIAPRIL
#MENULISSEMUDAHBERNAFAS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar