Pengikut

Cari Blog Ini

Pengikut

Rabu, 01 April 2020

MUHASABAH DIRI


إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. (QS. Al-Ma’arij; 19-21)

Haluu’aa diambil dari suku kata hala’a yang secara bahasa dapat diartikan; kaget, terkejut, takut panik, dan ngeri yang dalam ayat ini ditafsirkan sebagai sifat keluh kesah.

Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi menjelaskan  dalam kitab An Nafahat Al Makkiyah  bahwa sifat haluu'aa ini adalah sifat manusia yang esensial. Allah menggambarkan karakter asli manusia dengan sifat berkeluh kesah. 

Sifat keluh kesah dijelaskan oleh FirmanNya, “Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah,” manusia berkeluh kesah manakala ditimpa kemiskinan, penyakit, atau hilangnya benda-benda yang dicintai, seperti hilangnya harta, meninggalnya keluarga atau anak, tidak bersabar dan merelakan takdir Allah. 

“Dan apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir,” tidak menginfakkan sebagian yang diberikan Allah, tidak bersyukur kepada Allah atas nikmat dan kebaikanNya sehingga manusia bersikap keluh kesah dalam kesusahan dan bersifat kikir ketika berbahagia.

Apa yang difirmankan  Allah swt dalam QS Al Maarij di atas seolah ditampakkan di hadapan kita semua melalui hadirnya makhluk Allah swt yang bernama Coronavirus.  Di banyak tempat dan linimasa sebagian besar dipenuhi dengan keluh kesah.  Ini memang sunnatullah dan memang Allah swt sematkan sifat ini pada setiap insan, baik yang tua maupun yang muda, yang besar dan yang kecil,  laki-laki  dan perempuan. Pun di saat mereka kaya maupun miskin,  saat sehat maupun sakit,  saat longgar maupun sempit.  Hampir semuanya selalu diisi dengan keluhan.  

Namun,  sesungguhnya kalau kita cermati,  dunia ini diisi oleh tiga kelompok manusia. 
Yang pertama,  adalah mereka yang mengadukan/ mengeluhkan Tuhannya kepada manusia. Mereka adalah orang-orang  yang tidak bersyukur dan tidak mau muhasabah diri.  Setiap kali mendapatkan kesenangan mereka mengeluh, "mengapa Allah swt memberi lebih banyak kesenangan kepada orang lain,  dan hanya sedikit kepadaku."
Ketika mereka mendapat kesulitan mereka pun menghujat, "mengapa Allah tidak adil?  Mengapa Dia timpakan ini kepadaku? Mengapa Allah swt menurunkan virus corona? Mengapa Allah swt biarkan si Corona merajalela? dst. Pada hakikatnya, apa yang mereka ucapkan hampir selalu menunjukkan kekecewaan mereka kepada Allah swt.  

Kelompok kedua adalah orang-orang yang mengadukan manusia kepada Tuhannya.  Mereka adalah orang-orang yang suka mencari kambing hitam dan melemparkan kesalahan pada orang lain, seolah-olah mereka sendiri orang yang suci dan tak pernah berbuat kesalahan dan dosa.  Hingga mereka memohon pada Allah swt agar menghukum sebagian orang yang mereka anggap bersalah dan meminta Allah swt untuk menurunkan adzab atasnya. Kelompok orang-orang  ini berbuat seolah-olah mereka adalah hakim dan Allah swt adalah algojo yang seharusnya mengikuti keputusan mereka.  

Kelompok yang ketiga adalah kelompok yang mengadukan kelemahan diri mereka sendiri kepada Tuhannya dan berharap pertolongan-Nya. Inilah sebaik-baik kelompok.  Senantiasa  bersyukur dan tetap waspada k etika mendapatkan kesenangan dan kenikmatan. Segera muhasabah diri dan tetap bersabar ketika mendapatkan kesulitan dan kesusahan. Orang-orang ini meyakini bahwa tidak ada daya dan kekuatan apapun selain dari Allah swt. Begitu pun dengan adanya wabah corona,  adalah sesuatu yang dikehendaki Allah swt sebagai ujian dan rahmat bagi orang beriman. Sebagai ujian agar hambaNya senantiasa mendekat kepada Allah swt dan mengisi hidupnya untuk melakukan amal terbaik demi mencari ridho dan ampunan Allah swt.  Sebagai rahmat bagi mukmin yang tetap bersabar dan bersyukur dengan setiap ketetapan yang Dia turunkan atasnya.  Inilah kelompok terbaik.  

Yuk,  muhasabah diri.  Kalian termasuk kelompok yang mana?  Semoga Allah swt senantiasa menuntun kita di jalan-Nya yang lurus. Aamiin.

#Demak, 02042020

#D2
#30MM
#30APIAPRIL
#MENULISSEMUDAHBERNAFAS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar