Pengikut

Cari Blog Ini

Pengikut

Senin, 20 April 2020

IBU DI TENGAH CORONA 1


Masa social distancing sudah berjalan lebih dari satu bulan.  Sekarang bahkan sudah mulai diberlakukan  masa PSBB (pembatasan sosial berskala besar loh ya,  bukan penggemukan seluruh bagian badan).  Sejauh ini,  segala sesuatunya dilakukan di rumah,  stay at home,  learn at home,  school from home,  work from home,  shop from home,  dll.  

Dalam masa-masa corona ini,  sebagian besar ibu stay at home bersama anak-anaknya.  Bisa jadi karena mereka memang ibu rumah tangga full timer. Atau karena  diharuskan untuk work from home oleh instansi tempat mereka bekerja. Sebagian ibu masih tetap bekerja dengan mematuhi protokol kesehatan. Mereka yang masih bekerja umumnya adalah yang bekerja di ranah kesehatan, perbankan,  gerai makanan dan minuman,  dan dalam kondisi sehat wal afiat. 

Sebulan berlalu,  ada beberapa tipe ibu yang emak amati.  

Yang pertama,  tipe ibu yang higienis atau cinta kebersihan.  Tipe ibu yang jadi sering bersih-bersih  rumah karena takut virus. Seperti yang kita tahu,  cinta kebersihan itu baik.  Bagi umat muslim, kebersihan juga merupakan sebagian dari iman. Annadhofatu minal iman. Bahkan merupakan salah satu syarat sebelum melakukan ibadah sholat.  Bersih badan,  perlengkapan dan juga tempat sholat. 

Cinta kebersihan tentu juga sangat dianjurkan bagi seorang ibu,  apalagi kedudukannya sebagai robbatul baiti. Dikatakan robbatul baiti karena pemeliharaan rumahnya menjadi tanggung jawabnya,  termasuk dalam hal kebersihannya. 

Halaman dan teras yang bersih akan menghadirkan perasaan nyaman dan aman serta tak mengganggu tetangga dan sekitarnya.  Ruang tamu, kamar tidur, ruang keluarga,  ruang sholat (kalau ada) tentu harus selalu dalam keadaan bersih,  rapi dan wangi. Jangan sampai ada najis dan bau tidak sedap, agar seisi keluarga nyaman dan dapat menjaga kekhusyukan dalam beribadah.  Dapur dan toilet pun tak kalah pentingnya.  Semuanya harus bersih, pengolahan makanan juga bersih,  bak air juga selalu bersih.  

Dalam masa corona ini kebersihan menjadi tagline di semua lini. Pemerintah dan semua sektor layanan masif menyerukan penggunaan masker, desinfektan  dan hand sanitizer serta pola hidup bersih dan sehat. 

Sebagian ibu menuntut  penerapan sikap higienis ini  pada semua anggota keluarga.  Beberapa menyediakan tempat cuci tangan di luar rumah. Setiap yang akan masuk harus cuci tangan dulu memakai sabun yang telah disediakan. Sebagian lagi meletakkan hand sanitizer dekat pintu rumah. 

Mereka juga protektif dengan anggota keluarga yang akan keluar rumah.  Masker dan hand sanitizer selalu disiapkan ntuk dipakai dan dibawa.  Yang baru pulang diharuskan langsung membersihkan badan dan ganti pakaian. Semuanya baik,  bila tidak dilakukan secara berlebihan. 

Higienis tapi berlebihan?  Iya,  sebagian ibu termasuk dalam tipe yang begini,  higienis tapi berlebihan.  Sebentar-sebentar ngepel, sikat-sikat perabotan, semprot-semprot desinfektan. Lah entar pekerjaan yang lain enggak kepegang dong.  Padahal tubuh kita butuh bakteri baik juga. Berlebihan dalam pemakaian desinfektan, bisa ikut mematikan bakteri baik dalam tubuh kita.  

Di masa jelang ramadhan ini,  kebersihan juga sangat ditekankan. Harapannya bisa menyambut ramadhan dengan kondisi yang serba bersih,  bersih hati,  bersih pakaian,  bersih rumah dan perabotannya. Sehingga ibadah ramadhan bisa lebih khusyuk, nyaman dan tidak terasa memberatkan.  

Ngomong-ngomong,  udah bersih-bersih  rumah belum?  Udah siap menyambut ramadhan? 

Bersambung... 

#Demak, 20042020

#D20
#30MM
#30APIAPRIL
#MENULISSEMUDAHBERNAFAS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar