Pengikut

Cari Blog Ini

Pengikut

Selasa, 07 April 2020

BONEKA BERUANG


"Nonton apa tuh? Suaranya kok horor?" tanya emak sepulang belanja.   Emak segera melepas masker dan pakaian luarnya.  Kemudian memasukkannya ke dalam mesin cuci.  Setelah cuci tangan pakai sabun,  dituangkannya air dan sabun ke dalam mesin cuci.  

"Nonton apa sih?  Kok asyik banget,  sampai tegang begitu.  Kayaknya horor ya? " Kali ini emak berjalan mendekati mereka yang sedang asyik di depan TV.   Terlihat di layar seorang anak kecil  berlari sambil teriak ketakutan.  Di seberang jalan tergelete sebuah boneka anak perempuan  cantik yang terlihat kotor. 

"Itu,  Mi.  Boneka Anabela, " sahut kakak ke-tujuh. "Bonekanya namanya Ana,  yang punya namanya Bela.  Tapi yang punya sudah meninggal ketabrak mobil.  Bonekanya terlempar di semak-semak.  Terus arwahnya anak itu masuk ke dalam boneka. Jadinya boneka hantu,  gitu. "

"Emang enggak pada takut,  entar malem enggak bisa tidur loh."

"Kan pemberani,  Mi.  Bukan penakut, " jawab si Bungsu. "Kan Umi bilang enggak boleh takut sama hantu. Lagian cuma boneka,  iya to."

"Bener,  ya...," seru Umi sambil memutar mesin cuci.  Kami meletakkan mesin cuci di depan kamar mandi yang memang tidak bersekat dengan ruang keluarga. Dari sini emak bisa leluasa mengawasi anak-anak yang sedang nonton TV di ruang keluarga. 

Anak-anak cuma tersenyum sambil meneruskan tontonannya.  Sesekali mereka berkomentar dan saling meledek. Terlihat si Bungsu masuk kamar dan keluar lagi dengan sebuah boneka beruang. Dia membawa boneka itu naik ke lantai dua. Entah mau apa lagi dia, pikir emak.

"Hihihihi... hihihihi...," terdengar suaranya menirukan suara ketawa hantu.  Sejurus kemudian bonekanya dijulurkan dari atas dengan seutas tali. Jatuhnya tepat di depan pesawat TV.  Hehe,  kiranya doi mau nakut-nakutin kakak-kakaknya.  

Di luar dugaan,  kakak-kakak  saling memberi kode, entah kode apa.  Salah satu menarik boneka. Satu lagi melemparnya ke atas.  Si Bungsu mengulangi aksinya.  Kesal doi,  karena gak ada yang berhasil ditakut-takuti,  doi pun turun lagi.  Boneka beruangnya masih doi bawa pula. 
Kakak-kakak  sampai ketawa geli melihatnya. 

Rupanya doi gak patah arang. Dia ambil boneka-boneka beruang lainnya dari dalam kamar lalu mengikatnya menjadi satu. 

"Mi,  aku mau buat percobaan. Boneka-boneka ini to,  mau takikat terus taktaruh di kamar.  Entar pintunya ditutup,  lampunya  dimatikan.  Terus dibiarkan. Entar bisa lepas sendiri gak ya...?"

Emak cuma senyum-senyum mendengarnya.  Terserahlah,  Nang. Yang penting kamu gak vosen di rumah.  Dan tetep bisa bahagia.  

Lain emak,  lain pula tanggapan kakak-kakak. Mereka saling berpandangan dan lempar kode. Ealah,  dasar anak pramuka,  suka banget kode-kodean. Saat si Bungsu masuk kamar dan menaruh bonekanya,  mereka serentak bangun dan bersiap di depan pintu kamar.  Begitu doi mematikan lampu kamar,  mereka serentak menutup pintu kamar dan menahannya dari luar.  Jadilah,  doi jejeritan dari dalam kamar.  Eh,  si kakak-kakak malah tertawa ngakak berjamaah. Ya Allah...  emak ngelus dada sambil nyengir.

But the way,  mana ada sih emak yang ngebiarin anaknya berlama-lama jejeritan. Begitu emak bergerak menuju pintu,  kakak-kakak  langsung mundur teratur.  Si Bungsu pun keluar sambil menangis meluk emak. 

"Katanya mau bikin percobaan,  kok malah ketakutan sendiri sih?" tanya emak lembut.  

"Bukan takut sama hantu...  tapi takut gelap...," jawabnya sambil melepas pelukan.  

"Sama gelap kok takut?  Kan masih siang... katanya pemberani.... "

Terdengar langkah kaki menuruni tangga.  Rupanya Abi yang lagi asyik beres-beres peralatan bengkel elektroniknya terusik juga. 

"Ada apa nih,  siang-siang kok ribut-ribut," tanyanya ingin tahu. 

"Ada boneka,  Biii...," jawab anak-anak serentak.

#Demak, 07042020

#D8
#30MM
#30APIAPRIL
#MENULISSEMUDAHBERNAFAS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar