Ada lagi sebagian ibu yang tidak terlalu terbebani dengan masalah social distancing. Mereka ini termasuk tipe ibu-ibu kreatif. Mereka mampu mengubah masalah menjadi berkah. Pun meski dengan segala keterbatasan yang ada.
Di antara mereka ada ibu-ibu pecinta lingkungan. Tagline kelompok ini adalah go green dan zero waste. Di tangan mereka, sampah bisa didaur ulang menjadi lebih berguna. Tak hanya lebih cantik dari sebelumnya namun juga berdaya jual tinggi. Ada yang memanfaatkan limbah kemasan sachet menjadi tas dan tikar cantik. Atau pemanfaatan botol bekas, CD bekas, ataupun kertas majalah yang disulap menjadi kap lampu mewah. Dan masih banyak lagi.
Sebagian dari mereka memilih untuk memilah limbah dapur yang organik dan non organik. Limbah dapur organik dikumpulkan dalam wadah khusus dan diolah menjadi pupuk organik. Ada pula yang memanfaatkan limbah sayurannya untuk ditanam lagi. Sementara itu, limbah non organik juga dimanfaatkan sebagai pot atau media tanam. Maa syaa Allah.
Namun, ada pula yang memilih tidak berkreasi dengan sampah atau daur ulang. Mereka memilih mengisi waktu dengan merajut, menyulam, menjahit, melukis ataupun menulis.
Ibu-ibu kreatif memang top markotop. Barokallah ya Ibu.
Tapi ada baiknya, ketrampilan yang dimiliki ini ditularkan kepada ibu-ibu yang lainnya. Ilmu yang bermanfaat akan terus mengalirkan pahala, bukan. Apalagi bila dilakukan pada masa corona, di mana banyak orang yang membutuhkan. Apalagi dilakukan pada bulan ramadhan, bulan dilipatgandakannya pahala kebaikan. Dapat menolong sesama, dapat tambahan aliran pahala pula.
Maa syaa Allah. Tabarokallah.
(bersambung)
#Demak,24042020
#D24
#30MM
#30APIAPRIL
#MENULISSEMUDAHBERNAFAS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar