Pengikut

Cari Blog Ini

Pengikut

Selasa, 14 April 2020

KITA SEMUA ODP


"Mi,  temenku bingung.  Enaknya tetep di tempat kost apa pulang ya?"

Kakak ke-tiga nampak kebingungan saat dijapri teman kuliahnya.  Sesuatu yang wajar,  karena tempat kost-nya berada di wilayah yang ditengarai banyak kasus pdp covid 19. Tetap tinggal di tempat kost selama masa learn from home berresiko untuk terpapar.  Gak mungkin kan cuma diem di kamar saja,  kan butuh cari makan dan kebutuhan sehari-hari di luar tempat kost.  Go-food tiap hari jelas boros buat ukuran anak kost. 

Pulang ke Cilacap juga sama-sama berresiko.  Perjalanan Semarang-Cilacap jelas memakan waktu lama.  Dan pasti berjubel dengan penumpang lain. Meski sudah memakai masker dan bawa hand sanitizer,   tetap saja belum aman. Plus belum tahu juga, apakah daerah asalnya termasuk zona aman atau tidak?  Belum lagi internet di sana terkadang tidak bersahabat sinyalnya.  Tidak menjamin bisa mengikuti kuliah daring secara full. Pertimbangan yang paling mungkin hanyalah hemat biaya hidup sehari-hari.  Dan bisa kumpul keluarga tercinta untuk saling menguatkan.

"Gimana,  Mi.  Kasih solusinya?"

Emak menghela nafas, andai situasi ini dihadapkan padanya,  pasti akan merasakan kebingungan yang sama. 

"Temenmu nyambi kerja ndak?"

"Endak,  Mi.  Ini malah ortunya minta dia pulang saja.  Ortunya was-was kalau dia sakit di kost gak ada siapa-siapa."

"Ya udah,  kalau permintaan ortunya begitu ya,  bismillah saja.  Saat ini dia sehat to?  Entar kalau pulang diingetin,  pakai masker,  bawa hand sanitizer.  Begitu sampai rumah,  langsung mandi, ganti baju sebelum nyapa orang rumah.  Terus jaga jarak, isolasi mandiri di rumah.... "

"Kayak ODP dong...," celetuknya. 

"Kita semua ini ODP,  Nduk. Anggap saja begitu.  Karena kita tidak tahu apakah tubuh kita diboncengin virus atau tidak.  Kita memang merasa sehat dan tidak menampakkan gejala apa-apa. Karena imunitas tubuh kita sedang bagus.  Tapi kalau kemudian virus yang mbonceng /menempel di tubuh kita berpindah ke tubuh oramg lain yang imunitasnya sedang turun.... Artinya tanpa sadar kita sudah menularkan virus. Kasihan kan,  yang ketularan...."

Kakak ke-tiga mengangguk.  Jarinya segera mengetikkan balasan ke temannya. 

"Nduk,  status ODP ini...  sebenarnya juga peringatan Allah atas diri kita."

Kakak ke-tiga menatap emak. Raut mukanya menunjukkan ketidakmengertiannya atas ucapan emak.

"Sebenarnya Allah juga sedang mengingatkan kita semua bahwa semua yang ada di alam semesta ini berada dalam pemantauan dan pengawasan Allah swt.  Termasuk manusia.  Seluruh manusia di bumi ini termasuk orang dalam pemantauan Allah swt.  Bila status ODP yang disematkan manusia saja bisa membuat kita cemas dan takut.  Maka,  status ODP yang disematkan Allah swt seharusnya membuat kita lebih berhati-hati  lagi."

*****

Memang benar sahabat,  kita semua adalah ODP di mata Allah swt.  Tak ada seorangpun yang lolos dari penglihatan Allah swt.  Walaupun bersembunyi di mana saja,  pengawasan Allah swt selalu melekat. 

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ

“Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada” [QS. Al-Hadiid : 4].

Ath Thabrani ra mengatakan dalam kitab Jaami’ul-Bayaan,
"Ayat tersebut merupakan persaksian bagi kalian wahai sekalian manusia. Dimanapun kalian berada, Allah mengetahui kalian. Allah mengetahui amal-amal kalian, tempat kalian berusaha, dan tempat kalian tinggal, sedangkan Dia berada di atas ‘Arsy-Nya, di atas langit-langit-Nya yang tujuh."

Ibnu Qudaamah Al-Maqdisiy rahimahullah berkata :

وَقَالَ حَنْبَلٌ، قُلْتُ لِأَبِي عَبْدِ اللَّهِ: مَا مَعْنَى قَوْلِهِ: وَهُوَ مَعَكُمْ، وَ مَا يَكُونُ مِنْ نَجْوَى ثَلاثَةٍ إِلا هُوَ رَابِعُهُمْ؟ قَالَ: عِلْمُهُ، عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، عِلْمُهُ مُحِيطٌ بِكُلِّ شَيْءٍ

“Hanbal berkata : Aku pernah bertanya kepada Abu ‘Abdillah (Ahmad bin Hanbal) : ‘Apa makna firman-Nya : ‘Dan Dia bersama kamu’ (QS. Al-Hadiid : 4) dan ‘Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya’ (QS. Al-Mujaadilah : 7) ?’. Abu ‘Abdillah menjawab : ‘(Yaitu kebersamaan dengan) ilmu-Nya, Yang mengetahui semua yang ghaib dan yang nampak. Ilmu-Nya meliputi segama sesuatu” [Itsbaatu Shifatil-‘Ulluw, hal. 168].

Dalam QS Ar-Ra’d :10-11, Allah swt berfirman

سوآءٌ منكم مَن أسرَّ القول ومَن جهر به ومَن هو مستخف بالليل وسارب بالنهار . له معقِّبات مِن بين يديه ومِن خلفه يحفظونه من أمر الله

“Sama saja engkau merahasiakan ucapanmu atau menyuarakannya, atau yang bersuara lirih di malam hari dan berjalan (menampakkan diri) di siang hari. Ia memiliki (malaikat-malaikat) yang selalu mengikutinya bergiliran, yang berada di depan maupun di belakang. Mereka (malaikat-malaikat) itu menjaganya karena perintah Allah Swt. 

Penggunaan kata mu’aqqibaat , menurut Ibn Katsir dimaknai sebagai berikut,

"Bagi setiap hamba ada sekian banyak malaikat yang bergantian silih berganti mengawasinya, di waktu siang dan malam. Ada juga malaikat yang menjaganya dari peristiwa buruk yang menimpanya. Ada juga yang bergiliran mencatat amalan-amalanya yang baik dan buruk. Ada juga yang menjaganya di sisi depan maupun belakang."


Makna ini berdasarkan hadis riwayat Abu Hurairah Ra., dan diriwayatkan secara bersamaan oleh al-Bukhari dan Muslim.

يَتَعَاقَبُونَ فِيكم مَلائِكَةٌ بِاللَّيْلِ، وملائِكَةٌ بِالنَّهَارِ، وَيجْتَمِعُونَ في صَلاةِ الصُّبْحِ وصلاةِ العصْرِ، ثُمَّ يعْرُجُ الَّذِينَ باتُوا فِيكم، فيسْأَلُهُمُ اللَّه وهُو أَعْلمُ بهِمْ: كَيفَ تَرَكتمْ عِبادِي؟ فَيقُولُونَ: تَركنَاهُمْ وهُمْ يُصَلُّونَ، وأَتيناهُمْ وهُمْ يُصلُّون

"Para malaikat silih berganti bersama kalian di waktu malam, dan ada juga malaikat di waktu siang. Mereka juga berkumpul di waktu subuh dan di waktu ashar. Kemudian, sekelompok malaikat yang menjaga kalian naik (bertemu Allah). Allah lalu menanyai mereka dan Allah Maha Mengetahui tentang mereka. « Mengapa kalian tinggalkan para hamba-Ku ? » Para malaikat menjawab : « Kami tinggalkan dan mereka dalam keadaan shalat. Kami lalu kembali mereka masih dalam keadaan shalat (juga)."

Lalu untuk apa Allah swt mengawasi kita dan menempatkan para malaikat penjaga dan pencatat amal manusia?  Tentunya karena Allah swt hendak meminta pertanggungjawaban manusia atas waktu dan semua anugerah yang Dia berikan selama masa kehidupannya. 

ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ

"Dia yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian -wahai manusia- siapa di antara kalian yang paling baik amalnya."(QS AlMulk: 2)

Dalam surah yang lain,  Allah swt berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. " (QS Al Hasyr: 18)

Menurut Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah dalam kitab Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir ayat ini bermakna  perintah bagi orang-orang yang beriman, untuk bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan-Nya. Pada hari kiamat semua jiwa akan melihat segala amal baik yang telah dia kerjakan. Bertakwalah kepada Allah: sebagai penekanan, sungguh Allah Maha mengetahui segala perbuatab kalian. Tidak ada satu pun yang bisa tersembunyi dari pengawasan Allah. Allah Maha memberi balasan atas amal manusia.

Kesemua dalil tersebut menunjukkan bahwa kita semua adalah orang dalam pemantauan Allah swt.  Idealnya orang yang merasa diawasi atasannya akan berhati-hati  dalam mengerjakan sesuatu. Agar tak berbuat kesalahan yang bisa berujung pada hukuman dan pemecatan.  Ini baru manusia.  Nah,  orang yang merasakan muroqobatullah (merasa selalu dalam pemantauan dan pengawasan Allah swt), mereka akan selalu berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu.  Mereka berusaha mengisi kehidupannya dengan amal-amal  terbaik agar kelak bisa mempersembahkan ahsanu amalan di hari pertanggungjawaban ( yaumul hisab).

Bagaimana dengan kita?  Sudahkah bersiap dan berbekal?

#Demak, 14042020

#D14
#30MM
#30APIAPRIL
#MENULISSEMUDAHBERNAFAS


Tidak ada komentar:

Posting Komentar