Memasak adalah kegiatan yang mutlak ada dalam daftar pekerjaan ibu rumah tangga. Bahkan meskipun sebagian mereka seringkali mengakui bahwa mereka bukan jago masak. Sebagian lagi mengaku hanya bisa masak air dan mie instan.... duh.
Bicara tentang masakan, hampir semua orang bilang masakan paling sedap adalah makanan yang dimasak oleh ibu sendiri. Bahkan meski sang ibu mengaku tidak bisa memasak.
Masakan ibu tetap selalu bikin lapar. Meski barusan pulang dari kuliner bareng teman-teman, kalau sampai rumah tetep lapar. Hal yang seringkali ditanyakan adalah, "Ibu masak apa?" Saking istimewanya masakan ibu, tidak aneh bila kemudian sebagian pemuda hanya mencari calon istri yang bisa memasak.
Ada sebagian ibu yang merasa tidak bisa masak. Ada yang kemampuan memasaknya biasa saja. Sebenarnya kemampuan bisa diasah sih, tinggal niat dan kemauannya ada atau tidak.
Namun, ada juga sebagian ibu yang hobi banget dengan kegiatan masak memasak ini. Mereka adalah ibu-ibu tipe tukang masak (koki)
Bagi kelompok ibu-ibu yang doyan memasak ini, stay at home berarti waktunya eksplorasi cooking. Mereka masih bisa menyalurkan hobi memasaknya di rumah. Dia akan rajin berburu resep masakan. Kemudian mencoba mempraktikkannya. Baik itu resep membuat kue-kue, minuman segar, puding, atau bahkan masakan yang biasa digunakan untuk lauk makan.
Sepaket dengan hobi memasaknya, ibu-ibu ini biasanya juga suka belanja peralatan masak. Peralatan masaknya seabrek-abrek. Meski terkadang hanya beberapa saja yang terpakai. Jadi mubadzir deh kalau enggak digunakan.
Di saat stay at home ini, waktu yang baik untuk menyalurkan hobi memasak. Ibu-ibu bisa memasak kue-kue atau makanan kesukaan keluarga di rumah. Untuk takjil dan sahur. Bisa juga membuat kue-kue kering untuk persiapan lebaran.
Selain untuk keluarga sendiri, bisa juga memasak makanan kesukaan saudara kita yang tinggal nun jauh di sana. Dan mengirimkannya sebagai ganti kehadiran kita. Agar tali silaturahim tetap terjaga.
But the way, hobi memasak ini juga bisa jadi jalan untuk menghasilkan pundi-pundi uang. Semakin sering mereka bereksplorasi, semakin sering praktik, maka keahliannya akan makin terasah. Olahan reaep yang sama di tangan ibu biasa dengan di tangan ibu tukang masak, tentu beda rasa dong. Beda tampilan hasilnya pula.
Di tangan ibu-ibu tukang masak, rasa dan tampilan inilah yang kemudian menjadi unggulan dari produk olahan mereka. Apalagi bila dikemas dengan kemasan yang menarik pula. Untuk menjualnya pun mereka bisa melakukannya dari rumah. Melalui toko online, market place atau ditawarkan ke tetangga, teman dan sesama anggota grup media sosial tertentu. Perut kenyang, hobi tersalurkan, masih dapat tambahan penghasilan.
Bulan ramadhan juga merupakan bulan berderma. Maka, sisihkan pula sebagian rejeki untuk mereka yang membutuhkan. Banyak ibu-ibu lain yang masih puyeng memikirkan apa yang akan dimasak untuk keluarganya. Alangkah baiknya bila berbagi masakan ibu dengan mereka. Kalau memungkinkan ajak mereka untuk bantu-bantu ibu memasak. Tularkan juga ketrampilan memasaknya.
Masa corona pun bisa jadi masa mengumpulkan keberkahan. Dan berbagi kebaikan. Ala kulli hal alhamdulillah. Barokallah ya, Bu.
#Demak,22042020
#D22
#30MM
#30APIAPRIL
#MENULISSEMUDAHBERNAFAS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar