Pengikut

Cari Blog Ini

Pengikut

Sabtu, 04 April 2020

HIDUP ADALAH PILIHAN


فَيُضِلُّ اللَّـهُ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي مَن يَشَاءُ ۚ وَهُوَ
 الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ﴿٤﴾

“...Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ibrahim[14]: 4)

Ada sebagian orang yang ketika mendengar kalimat di atas spontan berkata, "berarti Allah jahat dong, yang diberi petunjuk cuma yang Dia suka saja, yang Dia enggak suka enggak diberi petunjuk, malah disesatkan. Padahal, mana ada sih orang yang mau disesatkan?"

Sekilas, ucapan ini seolah menjadi pembenaran. Tapi, kalau kita telaah lebih dalam, ucapan itu sangatlah keliru. Memangnya Allah yang butuh kita untuk mengisi surga dan neraka-Nya? Memangnya Allah butuh ketaatan  kita untuk memurnikan penghambaan kita pada-Nya. 

Tidak!!! Sekali-kali tidak!!! Bahkan seandainya seisi dunia dari penciptaan.awal sampai akhir taat penuh kepada-Nya, tidak akan menambah kemuliaan kerajaan-Nya. Bahkan.seandainya seluruh isi dunia dari penciptaan awal sampai akhir ingkar pada-Nya, tidak akan mengurangi kemuliaan kerajaan-Nya. Keduanya sama saja, dunia seisinya hanya ciptaan, hanya makhluk, dan Dialah Sang Khaliq, pencipta dan pemilik segalanya. 

Justru karena Dia Maha Adil dan tidak semena-mena, maka Dia penuhi apa yang kita mau. 

Dulu, Rasulullah saw pernah mengisyaratkan pada para sahabatnya, beliau bersabda, "semua orang akan masuk surga, kecuali yang menolak."

Para sahabat bertanya, "adakah orang yang menolak surga?"

Rasulullah saw menjawab, "ada, yaitu mereka yang tidak mau mentaati Allah setelah ditunjukkan jalan yang lurus kepada mereka. Mereka memilih mengikuti jalan-jalan setan dan memperturutkan nafsu syahwat mereka. Sejatinya, mereka itulah yang menolak surga. Maka Allah membiarkan mereka dalam kesesatan sesuai pilihan mereka."

Dalam hal ini manusia lah yang berhak untuk memilih jalan hidup meraka, apakah mereka akan memilih jalan kebaikan (Surga) atau jalan menuju keburukan (Neraka). Itu semua adalah hak pilih mereka sendiri, karena manusia diberikan akal dan pikiran oleh Allah, maka dengan akal dan pikirannya ia dapat menentukan jalan yang baik untuk dirinya. Ada sebuah istilah “Life is Choice” yang artinya hidup adalah pilihan. Dari istilah tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa hidup merupakan pilihan, apakah kita jadi orang yang baik atau buruk itu merupakan pilihan kita sebagai manusia.

Manusia diberi akal adalah untuk bisa memilih yang terbaik bagi dunia dan akhiratnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengilhamkan pada diri manusia dua sifat yaitu fujur (sesuatu yang buruk) dan sifat takwa (sesuatu yang baik). 

Allah berfirman : “فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ” 
Maka Dia (Allah) mengilhamkan (menunjukkan) kepada (jiwa itu jalan) jalan kefasikan dan ketakwaan.  (Q.S asy Syam 8-10)

Selanjutnya dalam surat al Balad ayat 10, Allah berfirman : “وَهَدَيْنٰهُ النَّجْدَيْنِۙ” 

Kami telah menunjukkan kepadanya (manusia) dua jalan.

Imam Ibnu Katsir, dalam Kitab Tafsirnya antara lain menjelaskan bahwa : Para sahabat seperti Ibnu Mas’ud, Ibanu Abbas, Ali bin Abi Thalib, dan juga Mujahid (seorang Tabi’in murid Ibnu Abbas) dan yang lainnya mengatakan bahwa dua jalan itu bermakna jalan kebaikan dan keburukan.  
    
Imam Ibnu Katsir mengambil hubungan ayat ini pula dengan surat al Insan ayat 3. “اِنَّا هَدَيْنٰهُ السَّبِيْلَ اِمَّا شَاكِرًا وَّاِمَّا كَفُوْرًا” 

Sesungguhnya kami telah menunjukinya (manusia) jalan yang lurus, ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir. Inna hadainaahus sabiila, dalam hal ini dia manusia bisa sengsara dan bisa bahagia.
 
Allah Ta’ala berfirman : "وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكُمْۗ فَمَنْ شَاۤءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّمَنْ شَاۤءَ فَلْيَكْفُرْۚ” an 

katakanlah (wahai Muhammad) kebenaran itu datang dari Rabbmu, maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah dia beriman dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah dia kafir. (Q.S al Kahfi 29). 

Tentang ayat ini, Prof. DR. Hamka, dalam tafsir Kitab al Azhar menjelaskan bahwa manusia diberi akal sehingga dapat menimbang dan mengunci kebenaran itu. Jika beriman selamatlah kamu. Dan jika kamu kafir maka yang menanggung akibatnya bukan orang lain tapi kamu sendiri juga.

Kebebasan manusia dalam memilih jalan hidup mereka merupakan gambaran bahwa Allah tidak pernah memaksa manusia untuk berbuat baik, namun manusia harus mempertanggung jawabkan apa yang mereka pilih dan mereka perbuat.

 Mereka yang memilih jalan ketaqwaan akan senantiasa mendapatkan petunjuk dari Allah swt dan mendapat balasan sesuai dengan apa yang mereka usahakan. Dan mereka yang memilih jalan keburukan maka, Allah swt akan membiarkannya dalam kesesatan sesuai jalan yang mereka pilih. Dan setiap orang mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang mereka usahakan. 

Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa diberi petunjuk oleh Allah swt sesuai doa yang senantiasa kita ulang-ulang minimal 17 kali sehari dalam Fatihah kita. Aamiin

#Demak, 01032020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar