Pengikut

Cari Blog Ini

Pengikut

Selasa, 21 April 2020

IBU DI TENGAH CORONA 2


Masa social distancing dan PSBB memang berpengaruh pada perputaran ekonomi.  Ada banyak bisnis yang omsetnya turun. Banyak perusahaan yang terpaksa merumahkan karyawan.  Tidak sedikit pula yang mengurangi karyawannya dengan pemutusan hubungan kerja.  Sementara yang dagang pun harus memutar otak supaya jualannya laku dan ada pemasukan.  

Bagi ibu-ibu  tipe kedua,  hal-hal semacam di atas tidak terlalu menjadi soal.  Mereka adalah tipe pebisnis yang bisa memanfaatkan situasi.  Mengubah kesulitan menjadi peluang.  Apalagi dengan kemudahan penggunaan media sosial di era globalisasi seperti sekarang.  Selain buka lapak di dunia nyata,  mereka pun jualan online di dunia maya.  Hape dan laptop jadi perkakas untuk pemasaran barang yang mereka jual. 

Memang sih,  di masa-masa ini jasa-jasa event organiser plus bisnis penyertanya bisa jadi sepi pengguna.  Namun,  ibu-ibu  pebisnis banyak yang ganti produk dengan apa-apa  yang dibutuhkan saat ini. Terutama produk-produk yang dibutuhkan untuk pencegahan corona seperti masker,  hand sanitizer, desinfektan,  alat pelindung diri (apd) dan sarung tangan. 

Produk masker yang ada di pasaran sekarang pun tidak terbatas dalam satu macam saja.  Ada masker medis,  ada masker kain biasa,  ada pula masker yang dikreasikan dengan topi ataupun kerudung.  

Demikian pula dengan hand sanitizer dan desinfektan.  Ada yang berbahan dasar alkohol.  Ada pula yang berbahan alam seperti jeruk nipis dan sirih.  Ada yang dijual dalam botol kecil,  ada pula yang literan.  Plus alat/botol semprotnya pula. Pokoknya banyak pilihan. 

But the way,  jelang ramadhan ini, ibu-ibu  jangan lupa buat desinfektan hati dari salah dan khilaf ya.  Minta maaf lahir batin sama suami dan anak-anak musti didahulukan. Kan mereka yang paling sering kena omel ibu-ibu juga... ups. Kemudian orang tua,  saudara,  tetangga, dan yang lainnya.  

Oh ya,  satu lagi...  untuk kebiasaan ibu-ibu  yang suka ngobrolin ini-itu, dan curhat sana-sini.... Meski agak sulit,  tapi harus saya sampaikan ini. Maskeri lisan kita dari ghibah juga ya. Sudah sunnatullah perempuan mengeluarkan kosa kata 20.000 per hari. Meski demikian,  kita bisa memilih kosa kata apa yang mesti dikeluarkan,  mana yang harus ditahan dan dibuang. Energi yang dibutuhkan untuk mengucapkannya sama besarnya juga kan?  Jadi,  kenapa tidak. 

Rasul saw bersabda, " barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir,  hendaklah berkata-kata  yang baik,  atau diam."

Okey,  buat ibu-ibu  pebisnis,  selamat berjualan.  Semoga jualannya laris manis. Aamiin. 

(bersambung...) 

#Demak, 21042020
#D21
#30MM
#30APIAPRIL
#MENULISSEMUDAHBERNAFAS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar